Jumat, 13 Mei 2016
Kali Pertama
Hampir setahun belakangan ini saya rajin menyelipkan satu nama dalam doa-doa saya.
Untuk kesuksesannya, untuk keselamatannya, untuk kesehatannya dan untuk hal baik lainnya.
"Allah yang Maha Berencana, pertemukanlah saya dengan dia suatu saat nanti. Dan pada saat kami bertemu, perkenankanlah saya dan dia saling memahami satu sama lain. Saya mohon dengan sangat. Mohon dengan sangat."
Siang ini, seluruh alam semesta berkonspirasi.
Dia ada di depan saya. duduk meminum kopi dari gelas kertasnya.
Ditemani dua orang lain dan terlibat obrolan cukup seru sepertinya.
Saya yakin itu dia. Postur yang saya hafal hampir setahun belakangan.
Kami tidak ada interaksi. Hanya saya yang memandanginya dengan antusias dan lutut lemas.
Ya, kadang begitulah cara Tuhanku yang Maha Baik mempertemukan kami.
Starbucks Menteng, saat matahari sedang terik-teriknya.
Kamis, 12 November 2015
Tentang Papa Yang Seorang Ayah
Dulu saya selalu melihat ayah saya sebagai orang yang galak, tegas dan dominan di rumah.
Kalau bisa saya ibaratkan, ayah saya adalah salah satu contoh nyata dari Alpha Male. Tegas, sangat 'lelaki' dan dominan.
Ada sebuah quote yang mengatakan bahwa, "Pada akhirnya seorang anak perempuan, akan mencari pasangan yang mirip seperti ayahnya".
Tapi tidak dengan saya. Beberapa tahun silam, mungkin saat itu saya masih SMP, saya malah tidak mau mempunyai pasangan seperti ayah saya, saat itu.
Saya tidak mau mempunyai pasangan yang galak, tegas, suka marah-marah, dominan dan tidak romantis.
Tetapi ternyata setiap quotes yang ada tidak dibikin dengan main-main. Pasti quotes tersebut tercipta karena pemikiran yang mendalam dan dari pengalaman yang tidak sedikit.
Beberapa tahun setelah saya ngebatin hari itu, saya harus mengakui bahwa standar saya dalam 'melihat' seorang lelaki adalah dengan ayah saya sebagai pembandingnya.
Dulu ayah saya terlihat galak dan suka marah-marah, sekarang saya kalau melihat lelaki yang bertutur kata lemah lembut seperti 'kurang laki' gitu. Hehe. Dulu saya melihat ayah saya sebagai seorang yang pengatur dan dominan, sekarang saya suka sebal sendiri kalau menghadapi lelaki yang tidak bisa menentukan pilihan, tidak bisa memutuskan kita akan jalan ke mana dan memberikan saya kebebasan untuk menentukan kita makan apa malam ini (yang biasanya akan saya jawab dengan satu kalimat sakti, 'terserah').
Selain sifat-sifat yang saya sebutkan di atas, ayah saya adalah seorang yang amat cerdas. Ia seperti ensiklopedia berjalan. Jauh sebelum saya mengenal google, ayah saya adalah orang pertama yang saya akan tanya tentang banyak hal yang tidak saya ketahui jawabannya. Ia mungkin akan menjadi orang yang akan saya telepon saat mengambil pilihan bantuan 'Phone a Friend' kalau kuis Who Wants To Be a Millionaire masih ada.
Walaupun tampilan ayah saya cukup seram dengan kumis tebalnya, sebenarnya ia sangat ramah. Ia suka sekali berbicara tentang banyak hal dengan banyak orang. Dari mulai dokter, politikus partai sampai tukang jaga pom bensin sering ia ajak mengobrol. Ibu saya terkadang suka sebal kalau ia mengajak ayah ke pasar. Kegiatan berbelanja akan berakhir dengan waktu yang menjadi 2x lipat lebih lama karena ayah saya sibuk mengajak ngobrol tukang sayur dan tukang daging.
Mengingat saya cukup keras kepala, maka saya sadar betul bahwa saya membutuhkan laki-laki yang keras kepalanya jauh di atas saya. Seseorang yang akan kekeuh merayu saya untuk mau mengikuti perkataan dan pemikirannya. Seseorang yang akan 'memaksa' saya untuk mempercayainya tanpa saya ragu dengan banyak bertanya.
Ayah saya adalah seorang yang royal. Ia berprinsip bahwa harta yang ia punya hanyalah titipan dan tidak akan dibawa mati. Maka dari itu ayah saya tidak 'hitung-hitungan' soal uang. Yah, walaupun seringkali sifatnya yang satu ini dimanfaatkan oleh teman-temannya. Sekarang, saya suka gemas sendiri kalau bersama laki-laki yang perhitungan dan cenderung pelit. Bukannya saya tidak mampu membayar sendiri ya, tetapi alangkah baiknya apabila lelaki itu tidak terlalu perhitungan, misalnya sampai minta pisah bon saat makan bersama agar ia tidak terjadi salah hitung tagihan makan kami berdua. Ew.
Di antara teman-temannya, ayah saya juga terkenal mampu menghidupkan suasana, entah dengan jokes-nya yang garing atau dengan sifat usilnya. Sekarang, saya menyadari bahwa saya menaruh perhatian berlebih pada lelaki yang mampu membikin suasana menjadi ramai menyenangkan ketika berkumpul.
Yah, pada akhinya saya harus mengakui bahwa (mungkin) saya mencari pasangan yang (ada) mirip(nya) dengan ayah saya.
Selamat hari ayah, Papa. Semoga Papa selalu sehat dan bahagia yaa :)
Senin, 28 September 2015
Alpha Female
AL: Aku gak mau sama dia karena dia Alpha Female.
Me: Emang punya pasangan Alpha tuh ga enak ya?
AL: Kalau kamu cowok gak enak. Males kali kalau ceweknya dominan gitu.
Me: Tapi kalau sifat dominan itu ditunjang dengan pribadi yang mandiri, cerdas, asik, menyenangkan dan hal positive lainnya masih juga gak oke buat cowok-cowok?
AL: Apa gunanya berpasangan kalau gak saling mengandalkan?
Me: Buat apa ngandelin orang lain kalau masih bisa dikerjain sendiri?
AL: Cowok itu bangga kalau bisa diandalkan.
Me: Gunanya berpasangan? Gunanya buat teman ngobrol, teman tukar pikiran, teman sayang-sayangan
Yah, begitulah kira-kira isi percakapan saya via whatsapp dengan seorang sahabat mengenai alpha female. Sahabat saya yang seorang pria merasa bahwa mempunyai pasagan alpha female tidak enak karena wanitanya akan menjadi sangat dominan dan ujung-ujungnya sang pria merasa tidak dibutuhkan lagi.
Padahal pria yang sudah tidak dibutuhkan lagi tidak akan dibuang begitu saja oleh para wanita loh, masih bisa di reuse-reduce-recycle kan? #krik
Me: Emang punya pasangan Alpha tuh ga enak ya?
AL: Kalau kamu cowok gak enak. Males kali kalau ceweknya dominan gitu.
Me: Tapi kalau sifat dominan itu ditunjang dengan pribadi yang mandiri, cerdas, asik, menyenangkan dan hal positive lainnya masih juga gak oke buat cowok-cowok?
AL: Apa gunanya berpasangan kalau gak saling mengandalkan?
Me: Buat apa ngandelin orang lain kalau masih bisa dikerjain sendiri?
AL: Cowok itu bangga kalau bisa diandalkan.
Me: Gunanya berpasangan? Gunanya buat teman ngobrol, teman tukar pikiran, teman sayang-sayangan
Yah, begitulah kira-kira isi percakapan saya via whatsapp dengan seorang sahabat mengenai alpha female. Sahabat saya yang seorang pria merasa bahwa mempunyai pasagan alpha female tidak enak karena wanitanya akan menjadi sangat dominan dan ujung-ujungnya sang pria merasa tidak dibutuhkan lagi.
Padahal pria yang sudah tidak dibutuhkan lagi tidak akan dibuang begitu saja oleh para wanita loh, masih bisa di reuse-reduce-recycle kan? #krik
Selasa, 01 September 2015
New Journey In Life
Lagi-lagi saya membuat babak baru dalam hidup ini.
Sebuah quote pernah menuliskan "Life Starts At The End of Comfort Zone".
Dan kembali saya keluar dari comfort zone itu.
Meninggalkan dunia yang mulai saya kenal.
Meninggalkan teman-teman yang mulai familiar.
Meninggalkan rute yang hampir tiga tahun saya tempuh setiap harinya.
But i'm so ready about a new journey! *excited*
Sebuah quote pernah menuliskan "Life Starts At The End of Comfort Zone".
Dan kembali saya keluar dari comfort zone itu.
Meninggalkan dunia yang mulai saya kenal.
Meninggalkan teman-teman yang mulai familiar.
Meninggalkan rute yang hampir tiga tahun saya tempuh setiap harinya.
But i'm so ready about a new journey! *excited*
Kamis, 05 Maret 2015
Surat Kepada Calon Pacar
Dear calon pacar,
Di mana pun kamu berada saat ini, mungkin sangat dekat atau malah sangat jauh sekali, saya percaya bahwa kita berdua sedang menunggu saat yang tepat untuk dipertemukan. Bukankah jodoh adalah seseorang yang bertemu di waktu, tempat dan situasi yang tepat? Untuk apa kita bertemu saat ini tetapi ternyata waktunya belum sesuai? Dan saya lagi-lagi harus mengulangi kesalahan saya yang sama seperti waktu-waktu dulu. Saya yakin saat ini bukan cuma saya yang sedang berjuang memantaskan diri untukmu sampai akhirnya kita bertemu, tetapi kamu juga pastinya sedang memantaskan diri untuk bertemu denganku suatu saat nanti kan? Saya bukannya orang yang tidak mau diajak berjuang bersama, justru saya merasa bahwa pada saat kita berjumpa nanti, kita akan berjuang bersama untuk menjalani hidup ini sebaik-baiknya.
Calon pacar yang baik, saat ini saya sama sekali belum mengenal dirimu. Apakah kamu tua atau muda, tinggi atau pendek, kurus atau gemuk, berkulit sawo matang atau putih pucat, tapi saya berharap kamu tidak lebih muda dari saya, karena saya mengidamkan seorang lelaki yang sudah lebih dulu melihat dunia untuk dapat menceritkan isinya kepada saya, walau saya juga tidak mengharapkan kamu terlalu berumur yang bahkan tidak tahu bahwa trend selfie sedang merebak tahun 2010an. Saya juga berharap kamu adalah seorang yang lebih tinggi dari saya agar saya merasa nyaman berjalan di sisimu. Tapi saya tidak peduli apakah kamu kurus atau gemuk, buat saya selama kamu sehat itu cukup. Kamu tidak harus berbadan besar dan kekar seperti Ade Rai ataupun Agung Hercules, selama kamu bisa menemaniku jalan kaki berkeliling kota atau kuat mengangkat galon air di rumah kita nanti, itu sudah cukup kok. Saya juga tidak keberatan apakah kamu merokok atau tidak, walaupun sebenarnya saya lebih menyukai wangi parfum yang segar daripada bau asap rokok yang menguap dari kemejamu. Saya hanya keberatan jikalau kamu adalah pengguna narkotika. Saya tidak mau hari-hari kita nantinya akan selalu was-was akan incaran polisi dan saya harus bolak-balik ke panti rehabilitasi untuk menemuimu. Kamu pun tak mau hal itu kan? Saya tidak peduli apakah kamu berkulit putih pucat atau sawo matang bahkan sedikit gelap. Bahkan menurut saya, pria dengan kulit gelap terkadang tampak lebih seksi. Yang saya peduli adalah kamu selalu menjaga kebersihan tubuhmu. Tidak perlu kamu mandi sehari lima kali, tapi selama kamu tidak bau keringat, saya tidak keberatan untuk berdekat-dekatan denganmu. Karena saya sendiripun ada kala nya malas mandi ketika akhir pekan kok. Hihi.
Calon pacar, saya mengharapkan kamu adalah seorang yang cukup cerdas. Bukan saya sangat pintar sehingga saya berharap kamu harus sangat pandai, kamu tidak perlu memenangkan olimpiade fisika atau penemu rumus layaknya Phytagoras yang sampai sekarang rumusnya selalu dipakai di bangku sekolah, saya hanya berharap bahwa kamu mengetahui banyak hal di dunia ini sehingga kita tidak akan pernah kehabisan obrolan. Kamu tahu? Saat kita tua nanti dan rumah kita kembali sepi, tidak ada hal yang dapat kita lakukan berdua selain mengobrol bukan? Saya tidak keberatan duduk diam menunggumu selesai membaca koran di pagi hari, asalkan kamu bisa selalu mengisi otakmu dengan hal yang berguna karena saya selalu menaruh kekaguman berlebih dengan orang cerdas.
Saya juga berharap kamu mempunyai selera humor yang bagus. Bukan berarti kalau kamu cerdas maka kamu harus selalu membicarakan hal yang berat dan butuh pemikiran mendalam ketika kita berkencan nanti. Perlu kamu tahu bahwa saya selalu jatuh hati pada pria dengan selera humor yang baik, yang bisa membuat saya tersenyum setiap hari atau bahkan tertawa terbahak-bahak ketika bersama. Saya juga tidak keberatan kalau kamu sesekali bertindak konyol, karena hal itu menunjukkan sisi 'manusia' dari dirimu. Saya selalu menaruh simpati terhadap orang yang dapat membuat suasana jadi hidup dan ramai menyenangkan.
Saya tidak keberatan dengan profesimu. Kamu boleh berprofesi apa saja asal kamu menyukainya dan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Saya juga tidak keberatan dengan hobimu. Kamu boleh menyukai hal apa saja di dunia ini. Selama kamu tidak hobi datang ke meja judi atau rumah bordil, mungkin saya akan mendukung hobimu. Calon pacar, sebenarnya saya mengharapkan kamu adalah seorang yang suka jalan-jalan. Tidak harus jalan-jalan mewah a la Princess Syahrini, cukuplah kamu membawa ranselmu menuju tempat-tempat seru dan eksotis di penjuru Indonesia atau pun dunia, maka saya tidak akan keberatan untuk menemanimu. Percayalah, saya adalah teman perjalanan yang menyenangkan.
Calon pacar yang baik, saya sangat berharap kamu adalah seorang yang berani berkomitmen. Karena itulah hal yang menjadikan seorang lelaki adalah pria. Bukan saja komitmen pada hubungan kita nantinya, tapi komitmen yang saya maksudkan adalah komitmen akan semua hal. Kamu harus komit dengan pekerjaanmu untuk kemudian serius menjalaninya, kamu harus komit dengan hobimu sehingga kamu tidak akan bosan menjalaninya, bahkan kamu harus komit dengan hubungan kita nantinya agar kita dapat saling melengkapi. Saya berpengalaman dengan pria yang takut akan komitmen, dan itu pada akhirnya hanya membuat saya lelah untuk memperjuangkan hubungan sebelumnya. Calon pacar, perlu kamu tahu bahwa saya adalah seorang pemaaf, hanya satu kesalahan yang tidak saya maafkan, yaitu ketika kamu berpaling kepada yang lain sementara masih menjalani komitmen dengan saya. Maka dari awal saya katakan kepadamu bahwa saya menghargai pria yang tidak takut akan komitmen. Saya juga berharap kamu berkomitmen penuh dengan agamamu. Tidak perlu kamu menggunakan sorban atau celana cingkrang kemana-mana, saya haya perlu seseorang yang mau meluangkan waktunya beberapa menit selama lima kali dalam satu hari untuk menghadap penciptanya. Tidak perlu kamu berusaha untuk membuat dua tanda hitam di keningmu, saya hanya berharap bahwa kamu dapat mengimami saya ketika saya menghadap pencipta dan padamu saya akan mencium tangan setelah kita selesai sholat bersama. Bukankah itu kegiatan yang sarat romantisme?
Bicara mengenai romantisme, saya sangat ingin tahu hal apa yang menurutmu sangat romantis? Kalau kamu mau tahu pendapatku, hal yang saya anggap romantis adalah saat kita dapat mengahabiskan waktu di pantai sambil mengobrol atau meneguk air kelapa atau mungkin saat kita berjalan-jalan dan berakhir di toko buku kecil untuk mencari buku favorit kita masing-masing. Calon pacar, saya juga seorang yang sangat mengagumi orang dengan selera musik yang bagus. Saya tidak keberatan apakah kamu mendengarkan Michael Buble, Frank Sinatra atau bahkan Seringai sekalipun, tapi tolong, saya tidak akan sanggup menghabiskan waktu untuk mendengarkan band-band alay Indonesia yang musiknya semakin tidak jelas keluar dari playlist-mu.
Calon pacar, percayalah bahwa saya adalah seorang pacar yang menyenangkan dan penyayang. Ketika saya berkomitmen dengan seseorang, maka saya akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Kamu hanya perlu berusaha untuk meyakinkan saya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk saya pilih melanjutkan hidup bersama, karena saya yakin, pada akhirnya waktu itu tiba, kita akan menjadi tim yang hebat, yang tak lelah untuk mendukung dan melengkapi satu sama lain. Maka dari itu, ada baiknya kita memantaskan diri masing-masing sehingga pada akhirnya kita berjumpa, kita sudah adalah dua pribadi yang kuat yang siap menjadi tua bersama.
Di mana pun kamu berada saat ini, mungkin sangat dekat atau malah sangat jauh sekali, saya percaya bahwa kita berdua sedang menunggu saat yang tepat untuk dipertemukan. Bukankah jodoh adalah seseorang yang bertemu di waktu, tempat dan situasi yang tepat? Untuk apa kita bertemu saat ini tetapi ternyata waktunya belum sesuai? Dan saya lagi-lagi harus mengulangi kesalahan saya yang sama seperti waktu-waktu dulu. Saya yakin saat ini bukan cuma saya yang sedang berjuang memantaskan diri untukmu sampai akhirnya kita bertemu, tetapi kamu juga pastinya sedang memantaskan diri untuk bertemu denganku suatu saat nanti kan? Saya bukannya orang yang tidak mau diajak berjuang bersama, justru saya merasa bahwa pada saat kita berjumpa nanti, kita akan berjuang bersama untuk menjalani hidup ini sebaik-baiknya.
Calon pacar yang baik, saat ini saya sama sekali belum mengenal dirimu. Apakah kamu tua atau muda, tinggi atau pendek, kurus atau gemuk, berkulit sawo matang atau putih pucat, tapi saya berharap kamu tidak lebih muda dari saya, karena saya mengidamkan seorang lelaki yang sudah lebih dulu melihat dunia untuk dapat menceritkan isinya kepada saya, walau saya juga tidak mengharapkan kamu terlalu berumur yang bahkan tidak tahu bahwa trend selfie sedang merebak tahun 2010an. Saya juga berharap kamu adalah seorang yang lebih tinggi dari saya agar saya merasa nyaman berjalan di sisimu. Tapi saya tidak peduli apakah kamu kurus atau gemuk, buat saya selama kamu sehat itu cukup. Kamu tidak harus berbadan besar dan kekar seperti Ade Rai ataupun Agung Hercules, selama kamu bisa menemaniku jalan kaki berkeliling kota atau kuat mengangkat galon air di rumah kita nanti, itu sudah cukup kok. Saya juga tidak keberatan apakah kamu merokok atau tidak, walaupun sebenarnya saya lebih menyukai wangi parfum yang segar daripada bau asap rokok yang menguap dari kemejamu. Saya hanya keberatan jikalau kamu adalah pengguna narkotika. Saya tidak mau hari-hari kita nantinya akan selalu was-was akan incaran polisi dan saya harus bolak-balik ke panti rehabilitasi untuk menemuimu. Kamu pun tak mau hal itu kan? Saya tidak peduli apakah kamu berkulit putih pucat atau sawo matang bahkan sedikit gelap. Bahkan menurut saya, pria dengan kulit gelap terkadang tampak lebih seksi. Yang saya peduli adalah kamu selalu menjaga kebersihan tubuhmu. Tidak perlu kamu mandi sehari lima kali, tapi selama kamu tidak bau keringat, saya tidak keberatan untuk berdekat-dekatan denganmu. Karena saya sendiripun ada kala nya malas mandi ketika akhir pekan kok. Hihi.
Calon pacar, saya mengharapkan kamu adalah seorang yang cukup cerdas. Bukan saya sangat pintar sehingga saya berharap kamu harus sangat pandai, kamu tidak perlu memenangkan olimpiade fisika atau penemu rumus layaknya Phytagoras yang sampai sekarang rumusnya selalu dipakai di bangku sekolah, saya hanya berharap bahwa kamu mengetahui banyak hal di dunia ini sehingga kita tidak akan pernah kehabisan obrolan. Kamu tahu? Saat kita tua nanti dan rumah kita kembali sepi, tidak ada hal yang dapat kita lakukan berdua selain mengobrol bukan? Saya tidak keberatan duduk diam menunggumu selesai membaca koran di pagi hari, asalkan kamu bisa selalu mengisi otakmu dengan hal yang berguna karena saya selalu menaruh kekaguman berlebih dengan orang cerdas.
Saya juga berharap kamu mempunyai selera humor yang bagus. Bukan berarti kalau kamu cerdas maka kamu harus selalu membicarakan hal yang berat dan butuh pemikiran mendalam ketika kita berkencan nanti. Perlu kamu tahu bahwa saya selalu jatuh hati pada pria dengan selera humor yang baik, yang bisa membuat saya tersenyum setiap hari atau bahkan tertawa terbahak-bahak ketika bersama. Saya juga tidak keberatan kalau kamu sesekali bertindak konyol, karena hal itu menunjukkan sisi 'manusia' dari dirimu. Saya selalu menaruh simpati terhadap orang yang dapat membuat suasana jadi hidup dan ramai menyenangkan.
Saya tidak keberatan dengan profesimu. Kamu boleh berprofesi apa saja asal kamu menyukainya dan bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Saya juga tidak keberatan dengan hobimu. Kamu boleh menyukai hal apa saja di dunia ini. Selama kamu tidak hobi datang ke meja judi atau rumah bordil, mungkin saya akan mendukung hobimu. Calon pacar, sebenarnya saya mengharapkan kamu adalah seorang yang suka jalan-jalan. Tidak harus jalan-jalan mewah a la Princess Syahrini, cukuplah kamu membawa ranselmu menuju tempat-tempat seru dan eksotis di penjuru Indonesia atau pun dunia, maka saya tidak akan keberatan untuk menemanimu. Percayalah, saya adalah teman perjalanan yang menyenangkan.
Calon pacar yang baik, saya sangat berharap kamu adalah seorang yang berani berkomitmen. Karena itulah hal yang menjadikan seorang lelaki adalah pria. Bukan saja komitmen pada hubungan kita nantinya, tapi komitmen yang saya maksudkan adalah komitmen akan semua hal. Kamu harus komit dengan pekerjaanmu untuk kemudian serius menjalaninya, kamu harus komit dengan hobimu sehingga kamu tidak akan bosan menjalaninya, bahkan kamu harus komit dengan hubungan kita nantinya agar kita dapat saling melengkapi. Saya berpengalaman dengan pria yang takut akan komitmen, dan itu pada akhirnya hanya membuat saya lelah untuk memperjuangkan hubungan sebelumnya. Calon pacar, perlu kamu tahu bahwa saya adalah seorang pemaaf, hanya satu kesalahan yang tidak saya maafkan, yaitu ketika kamu berpaling kepada yang lain sementara masih menjalani komitmen dengan saya. Maka dari awal saya katakan kepadamu bahwa saya menghargai pria yang tidak takut akan komitmen. Saya juga berharap kamu berkomitmen penuh dengan agamamu. Tidak perlu kamu menggunakan sorban atau celana cingkrang kemana-mana, saya haya perlu seseorang yang mau meluangkan waktunya beberapa menit selama lima kali dalam satu hari untuk menghadap penciptanya. Tidak perlu kamu berusaha untuk membuat dua tanda hitam di keningmu, saya hanya berharap bahwa kamu dapat mengimami saya ketika saya menghadap pencipta dan padamu saya akan mencium tangan setelah kita selesai sholat bersama. Bukankah itu kegiatan yang sarat romantisme?
Bicara mengenai romantisme, saya sangat ingin tahu hal apa yang menurutmu sangat romantis? Kalau kamu mau tahu pendapatku, hal yang saya anggap romantis adalah saat kita dapat mengahabiskan waktu di pantai sambil mengobrol atau meneguk air kelapa atau mungkin saat kita berjalan-jalan dan berakhir di toko buku kecil untuk mencari buku favorit kita masing-masing. Calon pacar, saya juga seorang yang sangat mengagumi orang dengan selera musik yang bagus. Saya tidak keberatan apakah kamu mendengarkan Michael Buble, Frank Sinatra atau bahkan Seringai sekalipun, tapi tolong, saya tidak akan sanggup menghabiskan waktu untuk mendengarkan band-band alay Indonesia yang musiknya semakin tidak jelas keluar dari playlist-mu.
Calon pacar, percayalah bahwa saya adalah seorang pacar yang menyenangkan dan penyayang. Ketika saya berkomitmen dengan seseorang, maka saya akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Kamu hanya perlu berusaha untuk meyakinkan saya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk saya pilih melanjutkan hidup bersama, karena saya yakin, pada akhirnya waktu itu tiba, kita akan menjadi tim yang hebat, yang tak lelah untuk mendukung dan melengkapi satu sama lain. Maka dari itu, ada baiknya kita memantaskan diri masing-masing sehingga pada akhirnya kita berjumpa, kita sudah adalah dua pribadi yang kuat yang siap menjadi tua bersama.
Selasa, 03 Maret 2015
3 Maret (Lagi)
Mengulangi tanggal 3 Maret kesekian kalinya.
Ulang tahun kali ini rasanya mungkin sama seperti ulang tahun sebelumnya. Biasa saja.
Saya sebenarnya bukan orang yang menyanjung ulang tahun dibadingkantanggal gajian hari lainnya. Walau saya sendiri suka merencanakan untuk membuat kejutan orang-orang spesial dalam hidup saya.
Tapi rasanya ketika kita membaca doa di hadapan lilin dan kemudian meniupnya agak terasa aneh ya? Haha
Keluarga saya pun bukan tipe yang mengingat tanggal ulang tahun anggota keluarga yang lain, ataupun tanggal lain semacam anniversary pernikahan atau tanggal wafatnya seseorang di keluarga kami. Bagusnya, kami terbiasa untuk tidak men-spesial-kan suatu tanggal, semua tanggal spesial dengan momennya masing-masing. Ciye.
Sebelumnya saya tidak percaya dengan adanya twenty-something-life-crisis sebelum saya mengalaminya sendiri. Di umur yang baru ini, saya akhirnya terkena sindrom itu. Munculnya sindrom tersebut biasanya karena tidak sadar bahwa lingkungan kita 'sudah berubah'. Teman-teman yang tadinya gampang untuk diajak jalan atau sekedar minum kopi sambil nongkrong sekarang mulai sulit untuk ditemui di akhir minggu, sahabat-sahabat yang tadinya tidak masalah untuk 'diculik' untuk short trip sekarang tidak lagi bisa karena ribet perizinan dengan kantor atau pasangannya, akhir pekan yang biasanya cukup menyenangkan dengan rencana-rencana seru sekarang berubah menjadi marathon datang ke kondangan yang undangannya datang silih berganti mengisi setiap weekend tidak peduli apakah itu Sabtu atau Minggu, padat. Bukan itu saja, perubahan yang awalnya tidak disadari di usia sebelumnya, tiba-tiba saja menyadari di usia ini bahwa teman-teman mulai menikah, ada lagi teman ada yang melahirkan anak pertama bahkan anak keduanya, atau mungkin teman yang belum menikah dan melahirkan justru malah pergi dan tinggal di luar negeri untukkabur dari realita melanjutkan kuiah atau kerja. Sementara, pada masa krisis tersebut saya malah sibuk untuk berkaca dengan hidup saya yang sepertinya begini-begini saja. Masih terjebak dengan rutinitas bangun pagi-berdesakan di commuterline-diperas otak dan tenaga di kantor-pulang kantor-berdesakan lagi di commuterline-terkadang pergi ke gym untuk ikutan zumba atau yoga-pulang ke rumah-tidur-bangun pagi lagi dan begitu sampe kiamat seterusnya. Tahun baru kemarin sempat terpikirkan untuk melakukan suatu hal yang baru dalam hidup, tapi ternyata rutinitas membuat saya tidak lagi memikirkan hal itu.
Tetapi beberapa hari belakangan ini saya benar-benar merasakan krisis itu. Awalnya bayangan menjadi wanita karir dan punya penghasilan sendiri, aktif di sana sini dan syukur-syukur bisa lanjut S2 tampak begitu keren di usia 20an awal, tapi entah kenapa mulai terjadi pergeseran belakangan ini. Jadi ibu rumah tangga, sambil dasteran dan ngangetin sayur di pagi hari jadi bayangan yang cukup menyenangkan. Haha. Bukan berarti saya bakalan dasteran tiap hari juga sih, tapi bayangan bahwa sudah seharusnya di umur segini saya punya pasangan yang bisa diajak tukar pikiran dan satu tujuan menjadi pikiran yang sering datang akhir-akhir ini.
Saya percaya bahwa menikah itu bukanlah lomba balap untuk cepet-cepetan justru menikah itu harus lama-lamaan, kalau bisa sekali seumur hidup #ciyegitu #ngeles
Ulang tahun kali ini rasanya mungkin sama seperti ulang tahun sebelumnya. Biasa saja.
Saya sebenarnya bukan orang yang menyanjung ulang tahun dibadingkan
Tapi rasanya ketika kita membaca doa di hadapan lilin dan kemudian meniupnya agak terasa aneh ya? Haha
Keluarga saya pun bukan tipe yang mengingat tanggal ulang tahun anggota keluarga yang lain, ataupun tanggal lain semacam anniversary pernikahan atau tanggal wafatnya seseorang di keluarga kami. Bagusnya, kami terbiasa untuk tidak men-spesial-kan suatu tanggal, semua tanggal spesial dengan momennya masing-masing. Ciye.
Sebelumnya saya tidak percaya dengan adanya twenty-something-life-crisis sebelum saya mengalaminya sendiri. Di umur yang baru ini, saya akhirnya terkena sindrom itu. Munculnya sindrom tersebut biasanya karena tidak sadar bahwa lingkungan kita 'sudah berubah'. Teman-teman yang tadinya gampang untuk diajak jalan atau sekedar minum kopi sambil nongkrong sekarang mulai sulit untuk ditemui di akhir minggu, sahabat-sahabat yang tadinya tidak masalah untuk 'diculik' untuk short trip sekarang tidak lagi bisa karena ribet perizinan dengan kantor atau pasangannya, akhir pekan yang biasanya cukup menyenangkan dengan rencana-rencana seru sekarang berubah menjadi marathon datang ke kondangan yang undangannya datang silih berganti mengisi setiap weekend tidak peduli apakah itu Sabtu atau Minggu, padat. Bukan itu saja, perubahan yang awalnya tidak disadari di usia sebelumnya, tiba-tiba saja menyadari di usia ini bahwa teman-teman mulai menikah, ada lagi teman ada yang melahirkan anak pertama bahkan anak keduanya, atau mungkin teman yang belum menikah dan melahirkan justru malah pergi dan tinggal di luar negeri untuk
Tetapi beberapa hari belakangan ini saya benar-benar merasakan krisis itu. Awalnya bayangan menjadi wanita karir dan punya penghasilan sendiri, aktif di sana sini dan syukur-syukur bisa lanjut S2 tampak begitu keren di usia 20an awal, tapi entah kenapa mulai terjadi pergeseran belakangan ini. Jadi ibu rumah tangga, sambil dasteran dan ngangetin sayur di pagi hari jadi bayangan yang cukup menyenangkan. Haha. Bukan berarti saya bakalan dasteran tiap hari juga sih, tapi bayangan bahwa sudah seharusnya di umur segini saya punya pasangan yang bisa diajak tukar pikiran dan satu tujuan menjadi pikiran yang sering datang akhir-akhir ini.
Saya percaya bahwa menikah itu bukanlah lomba balap untuk cepet-cepetan justru menikah itu harus lama-lamaan, kalau bisa sekali seumur hidup #ciyegitu #ngeles
Kamis, 25 September 2014
Keep It Simple, Stupid!
"Yang namanya penyesalan itu datangnya belakangan,
kalau di depan namanya pendaftaran"
Buat saya yang hidupnya easy going dan santai gini, rasanya tidak ada yang perlu disesali dalam hidup, sejauh ini.
Kalau ada yang mengecewakan terjadi, tinggal nangis sampai capek dan besoknya bisa menata ulang diri dan hati serta belajar dari pengalaman biar kekecewaan itu tidak terulang lagi di kemudian hari. Simple!
kalau di depan namanya pendaftaran"
Buat saya yang hidupnya easy going dan santai gini, rasanya tidak ada yang perlu disesali dalam hidup, sejauh ini.
Kalau ada yang mengecewakan terjadi, tinggal nangis sampai capek dan besoknya bisa menata ulang diri dan hati serta belajar dari pengalaman biar kekecewaan itu tidak terulang lagi di kemudian hari. Simple!
Rabu, 24 September 2014
Nemu Yang Kaya Gini? Pacarin!
Tinggi,
wangi,
cerdas,
lucu,
suka traveling,
enak dilihat,
seru,
ngobrolnya nyambung,
nyari yang gimana lagi?
Udaaaaah, pacarin! :D
wangi,
cerdas,
lucu,
suka traveling,
enak dilihat,
seru,
ngobrolnya nyambung,
nyari yang gimana lagi?
Udaaaaah, pacarin! :D
Selasa, 23 September 2014
Senin, 22 September 2014
Terlambat
Satu kata yang terdengar menyebalkan.
Terlambat bangun.
Terlambat meeting pagi.
Terlambat sidang skripsi.
Terlambat bayar tagihan kartu kredit.
Yah, asal ga terlambat datang bulan ya *ketok-ketok meja*
Semua kata terlambat memang tidak pernah terdengar menyenangkan kok. Saya duluu termasuk orang yang suka datang last minute. Bahkan tak jarang terlambat datang. Sampai suatu saat saya mengalami kejadian tidak menyenangkan kareana hobi saya yang satu ini. Saya terlambat datang ke pesta ulang tahun sahabat saya sendiri! Oh my God, saat itu cuma panik yang dirasakan. Untungnya, sahabat saya pemaaf jadi dia tidak terlalu ambil pusing. Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk tidak datang terlambat lagi di kemudian hari dan saya menjalani komitmen itu sampai sekarang.
Yang paling menyebalkan dari terlambat adalah beberapa orang menganggap itu menjadi trademark saya, padahal mungkin saja keterlambatan itu bukan disebabkan oleh saya, tetapi orang lain. Belum lagi kalau saya dianggap paling telat, padahal masih ada teman lain yang datang lebih 'ngaret' dari saya. Sampai suatu saat, seorang teman pernah update status di akun sosial medianya, "Janjian jam 12 dan sampai sekarang belum datang. Dhila is being herself". Crap! *langsung tobat*
Minggu, 21 September 2014
Haru
Saya harus mengakui bahwa saya adalah seorang yang sentimental.
Gampang merasa haru.
Nonton film drama, nangis. Baca buku sedih, nangis. Dengerin beberapa judul musik yang nadanya sedih bahkan bisa nangis juga. Sampai sebegitunya.
Tapi ketika ditanya apa yang membuat saya benar-benar sedih, jawabannya mungkin adalah ditinggalkan oleh orang-orang tersayang.
Lingkungan benar-benar berpengaruh besar dalam hidup saya.
Saya adalah tipe orang yang suka membina hubungan baik dengan teman-teman lama.
Walaupun saya tidak berinteraksi setiap hari dengan mereka, tetapi saya tahu bahwa mereka tetap ada di sana untuk saya.
Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan orang-orang tersayang.
Tuhan, semoga saya tidak hidup sampai hari kiamat. Amin.
Gampang merasa haru.
Nonton film drama, nangis. Baca buku sedih, nangis. Dengerin beberapa judul musik yang nadanya sedih bahkan bisa nangis juga. Sampai sebegitunya.
Tapi ketika ditanya apa yang membuat saya benar-benar sedih, jawabannya mungkin adalah ditinggalkan oleh orang-orang tersayang.
Lingkungan benar-benar berpengaruh besar dalam hidup saya.
Saya adalah tipe orang yang suka membina hubungan baik dengan teman-teman lama.
Walaupun saya tidak berinteraksi setiap hari dengan mereka, tetapi saya tahu bahwa mereka tetap ada di sana untuk saya.
Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan orang-orang tersayang.
Tuhan, semoga saya tidak hidup sampai hari kiamat. Amin.
Sabtu, 20 September 2014
Bahagia
Tidak sulit membuat saya bahagia.
Pergi melihat matahari tenggelam, makan malam di restoran favorite, hadiah-hadiah kejutan memang membahagiakan.
Tapi ada cara yang lebih mudah.
Cukup berikan perhatian sepenuhnya saat saya bercerita.
Cerita saya terkadang membosankan.
Biasanya berputar tentang keluhan hari ini dan kejadian tidak penting yang terjadi seharian.
Tapi saya akan sangat mengapresiasi kalau didengarkan dengan perhatian yang tulus.
Sebagai gantinya, saya akan ada untuk kamu. Bukan saja untuk mendengarkan cerita-ceritamu tapi juga melewati hari bersamamu. Selamanya.
Pergi melihat matahari tenggelam, makan malam di restoran favorite, hadiah-hadiah kejutan memang membahagiakan.
Tapi ada cara yang lebih mudah.
Cukup berikan perhatian sepenuhnya saat saya bercerita.
Cerita saya terkadang membosankan.
Biasanya berputar tentang keluhan hari ini dan kejadian tidak penting yang terjadi seharian.
Tapi saya akan sangat mengapresiasi kalau didengarkan dengan perhatian yang tulus.
Sebagai gantinya, saya akan ada untuk kamu. Bukan saja untuk mendengarkan cerita-ceritamu tapi juga melewati hari bersamamu. Selamanya.
Jumat, 19 September 2014
Sinetron
Saya suka nonton film.
Semua film saya tonton.
Apa saja asal bukan horor.
Atau genre thriller.
Atau yang ada ularnya.
Ya, mungkin tidak semua film mau saya tonton.
Saya selalu gampang jatuh cinta (pada suatu film).
Bisa jatuh cinta pada ceritanya, pada aktornya, pada artistiknya atau apa saja yang menarik.
Mudah sekali jatuh cinta. Jatuh cinta selalu menyenangkan ya?
Payahnya, saat jatuh cinta saya juga mudah lupa.
Lupa film ini bagaimana ceritanya, lupa bagaimana endingnya, lupa siapa pemainnya.
Ingatan manusia memang payah.
Hebatnya, walau saya lupa dengan beberapa hal dari suatu film, saya selalu mengingat dengan jelas alasan atau adegan mengapa saya jatuh cinta dengan film itu.
Selalu menyenangkan bercerita tentang alasan kamu mencintai sesuatu kan?
Jadi sangat sulit untuk memutuskan apa film favorite saya.
Yang pasti, akhir-akhir ini saya suka sekali nonton sinetron.
Bedanya sinteron yang saya tonton bikinan Hollywood.
How I Met Your Mother, Sherlock, Royal Pain sampai News Room.
Ah, andaikan sinteron Indonesia bisa dibuat sekeren itu ya?
Semua film saya tonton.
Apa saja asal bukan horor.
Atau genre thriller.
Atau yang ada ularnya.
Ya, mungkin tidak semua film mau saya tonton.
Saya selalu gampang jatuh cinta (pada suatu film).
Bisa jatuh cinta pada ceritanya, pada aktornya, pada artistiknya atau apa saja yang menarik.
Mudah sekali jatuh cinta. Jatuh cinta selalu menyenangkan ya?
Payahnya, saat jatuh cinta saya juga mudah lupa.
Lupa film ini bagaimana ceritanya, lupa bagaimana endingnya, lupa siapa pemainnya.
Ingatan manusia memang payah.
Hebatnya, walau saya lupa dengan beberapa hal dari suatu film, saya selalu mengingat dengan jelas alasan atau adegan mengapa saya jatuh cinta dengan film itu.
Selalu menyenangkan bercerita tentang alasan kamu mencintai sesuatu kan?
Jadi sangat sulit untuk memutuskan apa film favorite saya.
Yang pasti, akhir-akhir ini saya suka sekali nonton sinetron.
Bedanya sinteron yang saya tonton bikinan Hollywood.
How I Met Your Mother, Sherlock, Royal Pain sampai News Room.
Ah, andaikan sinteron Indonesia bisa dibuat sekeren itu ya?
Kamis, 18 September 2014
Happy Birthday #Selfie
Pagi ini di ruang makan.
Pap : "Jadi Bang Salim (temannya Papa) suka sebel kalau dalam rombongan wisata banyak ibu-ibu"
Mam : "Kenapa?"
Pap : Iya, soalnya bakalan jadi lebih lama. Ibu-ibu kerjaannya foto-foto mulu. Nanti abis itu dipasang di facebook"
Mam : "Iya dong. Sekarang kan zamannya selfie"
Pap : Iya tuh, selpih selpih. Entah buat apa. Kebanyakan gaya"
Yah, kira-kira gitu deh percakapan dua orang tua pagi ini di meja makan saat sarapan. Kemudian obrolan selfie berlanjut dengan tongsis dan pamer foto di facebook. Haha. Kayaknya demam selfie ga cuma buat kalangan muda aja ya? Tapi juga sekarang menyentuh kalangan senior. Esensinya, selfie itu adalah foto diri yang diambil menggunakan tangan kita sendiri (dengan bantuan alat atau tidak). Tapiii sekarang rasanya sudah banyak yang mulai salah mengartikan selfie dengan foto seseorang sendirian dalam satu frame. Wah, kalau itu mah bukan selfie namanya tapi minta tolong fotoin. Hihihi.
Saya gak mau muna dengan bilang ga suka selfie. SAYA SUKA SELFIE. Hahaha. Kalau ditanya manfaatnya, ya apalagi kalau bukan buat mengabadikan momen. Foto-foto lama selalu menyenangkan buat dilihat lagi bukan? Pertanyaan-pertanyaan seperti, "Kapan momen itu terjadi?" "Bagaimana suasana saat itu" bahkan kita akan berpikir sampai "Perubahan apa aja yang terjadi sekarang?" pasti akan ditanyakan, minimal di dalam hati kita sendiri.
Bicara tentang Selfie, ada dua tokoh selain entertainer yang pengen banget saya ajak selfie, yaitu Ahok dan Abraham Samad. Mereka keren! Kalau nanti saya sampai punya kesempatan buat ketemu mereka, maka saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan buat selfie bareng!
Di hari yang spesial ini, saya mau pajang foto selfie sama seseorang yang juga spesial. Kenapa saya bilang hari ini spesial, karena sekarang adalah hari ulang tahunnya. Happy birthday, cance Faraaa. Semoga kuliahnya cepat selesai dan cepat balik ke Indonesia. Semoga aku punya rezeki untuk nengokin kamu di sana yaa. Amiiien.
Foto ini diambil tahun 2012 saat pergi berduaan buat buka puasa bareng di Convivium, Senopati. Niat banget naik taxi sore-sore buat nyobain red velvet-nya Convivium yang katanya 'The Best Red Velvet in Town'. Diambil pakai iPad nya si Cance yang masih gress karena dibeli kurang dari seminggu itu. Hihihi. Waaaah, ternyata sudah 2 tahun yang lalu yaa. Berarti kita harus cepet ketemuan buat bikin foto 'nyampah' begini lagi. Happy birthday, cance sayaaang!
Rabu, 17 September 2014
Blog Walking
Bicara tentang blog favorit, pasti lagsung ingat dengan blognya si penulis favorite, Dee Lestari. Di blognya ini lah kali pertama saya percaya dengan rekomendasi seseorang. Pada salah satu postingannya, Dee bercerita bagaimana dia dibesarkan oleh kecintaannya dengan kuliner di pasar Cihapit. Akhirnya ketika saya pindah ke Bandung, tiga tahun yang lalu, saat weekend saya langsung mencari di mana letak pasar Cihapit berada. Pencapaiannya, selama hampir tiga tahun saya tinggal di Bandung, saya sudah mencoba hampir 80% kuliner yang ada di pasar tersebut. Mulai dari gado-gado, kupat tahu, bakso tahu Mandiri, gehu pedas, surabi Cihapit sampai es cincaunya. Haha
Untuk sekarang ini, saya hampir rutin mengecek blog salah seorang beauty blogger favorite, Andra Alodita. Selain beauty and healthy enthusiast, Andra juga seorang fotografer (padahal menurut saya, dia lebih cocok jadi modelnya bukan fotografer. Hehe) jadi tidak heran foto-foto pelengkap ceritanya adalah hasil jepretannya sendiri dan pasti keren-keren. Dua keuntungan saya dapatkan sekaligus, dapat info tentang kecantikan-kesehatan plus mata dimanjakan dengan foto-foto yang cantik dan menarik.
Kalau lagi mau baca postingan yang agak sedikit 'berbobot' tapi juga terkadang ringan dan simple, saya pasti akan ke blognya Mbak Andina Dwifatma. Ini adalah salah satu blogger dan novelist favorite saya yang juga kebetulan teman baik abang saya. Saya selalu kagum dengan pemikirannya dan caranya bercerita dalam sebuah tulisan. Cerdas!
Satu lagi blog favorite punya salah satu teman baik saya, Nadira. She is very talented. Kata-katanya selalu indah dibaca dan kemampuannya memainkan emosi lewat tulisan perlu diacungi empat jempol. Setiap selesai membaca blognya pasti selalu mengharu biru. I love your blog. Keep writing, Nadh.
Sekian beberapa blog favorite saya, ada juga yang kemudian jadi blog favorite kamu?
Untuk sekarang ini, saya hampir rutin mengecek blog salah seorang beauty blogger favorite, Andra Alodita. Selain beauty and healthy enthusiast, Andra juga seorang fotografer (padahal menurut saya, dia lebih cocok jadi modelnya bukan fotografer. Hehe) jadi tidak heran foto-foto pelengkap ceritanya adalah hasil jepretannya sendiri dan pasti keren-keren. Dua keuntungan saya dapatkan sekaligus, dapat info tentang kecantikan-kesehatan plus mata dimanjakan dengan foto-foto yang cantik dan menarik.
Kalau lagi mau baca postingan yang agak sedikit 'berbobot' tapi juga terkadang ringan dan simple, saya pasti akan ke blognya Mbak Andina Dwifatma. Ini adalah salah satu blogger dan novelist favorite saya yang juga kebetulan teman baik abang saya. Saya selalu kagum dengan pemikirannya dan caranya bercerita dalam sebuah tulisan. Cerdas!
Satu lagi blog favorite punya salah satu teman baik saya, Nadira. She is very talented. Kata-katanya selalu indah dibaca dan kemampuannya memainkan emosi lewat tulisan perlu diacungi empat jempol. Setiap selesai membaca blognya pasti selalu mengharu biru. I love your blog. Keep writing, Nadh.
Sekian beberapa blog favorite saya, ada juga yang kemudian jadi blog favorite kamu?
Selasa, 16 September 2014
Pendidikan
Saya berasal dari keluarga yang menomor satukan pendidikan.
Ingat sekali suatu malam ibu saya pernah berkata, "Namanya anak itu harus lebih baik dari orang tuanya. Kalau orang tuanya tamatan SMA, anaknya harus bisa tamat S1. Kalau orang tuanya tamat S1 maka anaknya harus bisa tamat S2 dan seterusnya"
Akhirnya saya terbentuk jadi anak yang sangat memperhatikan pendidikan.
Saya setuju kalau ada yang bilang hanya dengan pendidikan yang baiklah yang dapat mengubah perilaku dan nasib seseorang.
Saya menerjemahkan di sini bahwa bukan hanya pendidikan formal saja, tapi juga pendidikan informal.
Saya sangat paham bahwa justru pendidikan informal diajarkan bukan dari bangku sekolah.
Pelajaran menghargai dan menghormati orang lain, pada praktiknya tidak diajarkan di sekolah formal.
Kita harus banyak bertemu orang dan berinteraksi dengan mereka baru akhirnya kita paham bagaimana menghargai dan menghormati orang lain itu.
Sekolah pada akhirnya hanya mengajarkan teorinya saja, prakteknya yaa dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Percaya deh, apabila kamu bukan seorang engineer, maka pada kehidupan nyata kamu tidak perlu bersusah payah menghitung gaya tarik dan keuntungan mekanis sebuah katrol tetap maupun katrol licin. Di kehidupan nyata pelajaran yang paling berguna adalah bagaimana kamu menghargai orang lain dan dan menjadi pribadi yang berintegritas.
Ingat sekali suatu malam ibu saya pernah berkata, "Namanya anak itu harus lebih baik dari orang tuanya. Kalau orang tuanya tamatan SMA, anaknya harus bisa tamat S1. Kalau orang tuanya tamat S1 maka anaknya harus bisa tamat S2 dan seterusnya"
Akhirnya saya terbentuk jadi anak yang sangat memperhatikan pendidikan.
Saya setuju kalau ada yang bilang hanya dengan pendidikan yang baiklah yang dapat mengubah perilaku dan nasib seseorang.
Saya menerjemahkan di sini bahwa bukan hanya pendidikan formal saja, tapi juga pendidikan informal.
Saya sangat paham bahwa justru pendidikan informal diajarkan bukan dari bangku sekolah.
Pelajaran menghargai dan menghormati orang lain, pada praktiknya tidak diajarkan di sekolah formal.
Kita harus banyak bertemu orang dan berinteraksi dengan mereka baru akhirnya kita paham bagaimana menghargai dan menghormati orang lain itu.
Sekolah pada akhirnya hanya mengajarkan teorinya saja, prakteknya yaa dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Percaya deh, apabila kamu bukan seorang engineer, maka pada kehidupan nyata kamu tidak perlu bersusah payah menghitung gaya tarik dan keuntungan mekanis sebuah katrol tetap maupun katrol licin. Di kehidupan nyata pelajaran yang paling berguna adalah bagaimana kamu menghargai orang lain dan dan menjadi pribadi yang berintegritas.
Senin, 15 September 2014
Bismillah
Di mana saya lima tahun mendatang bisa dijawab tergantung dari perspektif mana yang ingin dilihat?
Bisa dilihat sedang duduk di kantor baru, profesi baru, dengan posisi baru, tim yang berbeda dengan sebelumnya.
atau
Duduk di kursi suatu kampus pasca sarjana untuk melanjutkan S2 psikologi atau management. Mungkin kursinya di Indonesia atau di luar negeri.
atau
Berada dalam bank sedang mengurusi pembukaan deposito yang kesekian kalinya dan dilanjutkan menuju ke ruangan save deposit box bank tersebut.
atau
Berada dalam rumah mungil dikelilingi anak-anak yang lucu dan suami yang mampu diajak mengobrol sampai dini hari.
atau
Ada dalam kubur sempit hanya memakai kain kafan *oke, mulai serem sendiri*
Ya, kalau ditanya di mana saya akan berada lima tahun lagi, bisa di mana saja kan? Di Indonesia, di Italia, di Inggris, di Jerman atau bahkan di Cicaheum sekalipun bisa saja, tergantung dengan keputusan apa yang saya pilih hari ini atau esok atau empat tahun lagi. Yang pasti lima tahun lagi usia sayatujuh belas tahun tidak lagi muda. Artinya harus ada pencapaian baru dalam hidup ini. Saya percaya bahwa yang memberikan rasa 'hidup' pada manusia adalah usahanya untuk membuat kehidupan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Bismillah.
Bisa dilihat sedang duduk di kantor baru, profesi baru, dengan posisi baru, tim yang berbeda dengan sebelumnya.
atau
Duduk di kursi suatu kampus pasca sarjana untuk melanjutkan S2 psikologi atau management. Mungkin kursinya di Indonesia atau di luar negeri.
atau
Berada dalam bank sedang mengurusi pembukaan deposito yang kesekian kalinya dan dilanjutkan menuju ke ruangan save deposit box bank tersebut.
atau
Berada dalam rumah mungil dikelilingi anak-anak yang lucu dan suami yang mampu diajak mengobrol sampai dini hari.
atau
Ada dalam kubur sempit hanya memakai kain kafan *oke, mulai serem sendiri*
Ya, kalau ditanya di mana saya akan berada lima tahun lagi, bisa di mana saja kan? Di Indonesia, di Italia, di Inggris, di Jerman atau bahkan di Cicaheum sekalipun bisa saja, tergantung dengan keputusan apa yang saya pilih hari ini atau esok atau empat tahun lagi. Yang pasti lima tahun lagi usia saya
Minggu, 14 September 2014
Perubahan
Sudah paham dong bahwa tidak semua orang nyaman dengan perubahan?
Saya pun begitu kok.
Tapi perlu diingat bahwa tidak ada yang konsisten selain perubahan itu sendiri.
Dari SD menjadi SMP dan SMP menjadi SMA. Berubah.
Dari rambut pendek menjadi panjang. Berubah.
Dari bekerja di perusahaan A menjadi perusahaan B. Berubah.
Biasa saja bukan? Hanya proses yang harus dijalani dalam hidup ini sepertinya.
Hal seru yang bisa saya ceritakan adalah perubahan hidup saya menuju ke arah yang (semoga) lebih sehat.
Pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya tidak mau masa tua saya dihabiskan untuk bolak-balik berobat ke rumah sakit. Atau menghabiskan uang saya untuk membeli obat-obatan nantinya.
Hal itu saya sadari beberapa bulan belakangan ini.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengubah kebiasaan buruk saya yang pastinya tidak sehat.
Saya mulai membatasi asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan buku Diet Golongan Darah yang pernah saya baca sebelumnya, golongan darah O paling rentan dengan karbohidrat. Akhirnya saya mengurangi porsi nasi setiap kali makan, kadang menggantinya dengan sereal atau kentang agar tidak bosan. Saya fans berat mie! Hampir segala jenis mie dengan berbagai macam topping saya suka. Tapii sudah seminggu ini saya berhasil tidak menyentuh makanan surgawi itu. Haha, semoga bertahan sampai minggu-minggu selanjutnya ya.
Melakukan olah raga minimal tiga kali seminggu. Ini sudah pasti salah satu hal yang paling berat dalam hidup ini. Apalagi saya dulu bukan pecinta mata pelajaran olah raga. Tidak pingsan saat selesai berolah raga saja sudah bagus sepertinya. Tapi belakangan saya sadar bahwa rahasia tubuh yang lebih ringan adalah kalori yang dibakar harus lebih besar daripada kalori yang masuk (lewat makanan yang kita makan). Memang ketika kita bergerak normal bahkan tidur pun kalori dalam tubuh kita akan terbakar. Tapiii pergerakan kita sehari-hari belum tentu seimbang dengan apa yang kita makan, apalagi yang metabolisme tubuhnya lambat seperti saya, jadi kita perlu 'bergerak lebih' untuk menambah jumlah kalori yang terbakar itu. Sepotong gorengan memiliki kalori 100-150 kalori, sementara untuk membakar 100 kalori di tubuh kita perlu lari selama 30 menit dengan kecepatan 7 km/jam. Oh, no! Olah raga yang akhirnya sekarang sedang saya (paksa) untuk jalani rutin diantaranya lari, zumba dan yoga. I love yoga, by the way.
Banyak minum air putih. Banyak yang suka menyepelekan air putih, padahal manfaatnya banyaaaak banget selain menghilangkan haus. Ginjal kita harus selalu diberi 'pelumas' biar bisa bekerja dengan maksimal. Tuhan itu Maha Baik. Dia memberi kita dua ginjal karenga Dia tahu manusia akan gampang menyepelekan hal simple seperti minum air putih misalnya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengkonsumsi air putih sebanyak yang saya bisa setiap harinya. Oh iya, sudah seminggu ini saya berhasil tidak minum air apapun selain air putih. Horrayy!
Saya pun begitu kok.
Tapi perlu diingat bahwa tidak ada yang konsisten selain perubahan itu sendiri.
Dari SD menjadi SMP dan SMP menjadi SMA. Berubah.
Dari rambut pendek menjadi panjang. Berubah.
Dari bekerja di perusahaan A menjadi perusahaan B. Berubah.
Biasa saja bukan? Hanya proses yang harus dijalani dalam hidup ini sepertinya.
Hal seru yang bisa saya ceritakan adalah perubahan hidup saya menuju ke arah yang (semoga) lebih sehat.
Pernah saya ceritakan sebelumnya bahwa saya tidak mau masa tua saya dihabiskan untuk bolak-balik berobat ke rumah sakit. Atau menghabiskan uang saya untuk membeli obat-obatan nantinya.
Hal itu saya sadari beberapa bulan belakangan ini.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengubah kebiasaan buruk saya yang pastinya tidak sehat.
Saya mulai membatasi asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan buku Diet Golongan Darah yang pernah saya baca sebelumnya, golongan darah O paling rentan dengan karbohidrat. Akhirnya saya mengurangi porsi nasi setiap kali makan, kadang menggantinya dengan sereal atau kentang agar tidak bosan. Saya fans berat mie! Hampir segala jenis mie dengan berbagai macam topping saya suka. Tapii sudah seminggu ini saya berhasil tidak menyentuh makanan surgawi itu. Haha, semoga bertahan sampai minggu-minggu selanjutnya ya.
Melakukan olah raga minimal tiga kali seminggu. Ini sudah pasti salah satu hal yang paling berat dalam hidup ini. Apalagi saya dulu bukan pecinta mata pelajaran olah raga. Tidak pingsan saat selesai berolah raga saja sudah bagus sepertinya. Tapi belakangan saya sadar bahwa rahasia tubuh yang lebih ringan adalah kalori yang dibakar harus lebih besar daripada kalori yang masuk (lewat makanan yang kita makan). Memang ketika kita bergerak normal bahkan tidur pun kalori dalam tubuh kita akan terbakar. Tapiii pergerakan kita sehari-hari belum tentu seimbang dengan apa yang kita makan, apalagi yang metabolisme tubuhnya lambat seperti saya, jadi kita perlu 'bergerak lebih' untuk menambah jumlah kalori yang terbakar itu. Sepotong gorengan memiliki kalori 100-150 kalori, sementara untuk membakar 100 kalori di tubuh kita perlu lari selama 30 menit dengan kecepatan 7 km/jam. Oh, no! Olah raga yang akhirnya sekarang sedang saya (paksa) untuk jalani rutin diantaranya lari, zumba dan yoga. I love yoga, by the way.
Banyak minum air putih. Banyak yang suka menyepelekan air putih, padahal manfaatnya banyaaaak banget selain menghilangkan haus. Ginjal kita harus selalu diberi 'pelumas' biar bisa bekerja dengan maksimal. Tuhan itu Maha Baik. Dia memberi kita dua ginjal karenga Dia tahu manusia akan gampang menyepelekan hal simple seperti minum air putih misalnya. Akhirnya saya memutuskan untuk mengkonsumsi air putih sebanyak yang saya bisa setiap harinya. Oh iya, sudah seminggu ini saya berhasil tidak minum air apapun selain air putih. Horrayy!
Sabtu, 13 September 2014
Kulkas
Dalam kulkas saya berisi foto-foto lama, komen-komen dari orang lain, tak ketinggalan foto orang lain yang di-tag ke saya.
"Facebook itu seperti kulkas. Sudah tau gak ada apa-apanya tapi selalu dibuka buat dilihat-lihat"
Jumat, 12 September 2014
Katanya Jendela Dunia
Buku sepertinya tidak bisa dipisahkan dari masa kecil saya.
Dhila kecil sangaaaat suka membaca.
Punya kakak laki-laki yang jarak umurnya hanya 1,5 tahun ternyata ada baiknya juga.
Sebagai adik, saya suka gengsi kalau tidak bisa melakukan apa yang abang saya lakukan.
Saat dia TK B, saya masih belum sekolah.
Di TK B, biasanya anak-anak sudah diajarkan mengeja dan mengenal angka.
Saya yangcakep kompetitif pastinya tidak mau kalah dong.
Saya harus bisa baca. Saat itu juga.
Akhirnya saya masuk TK dengan kemampuan baca yang sudah lancar. Hahaha.
Sejak suka membaca, apapun saya baca. Mulai dari papan reklame pinggir jalan sampai catatan belanjaan ke pasar milik mama.
Orang tua saya mendukung penuh dengan hobi membaca ini. Mereka percaya bahwa dengan banyak membaca, maka kita akan tau banyak hal.
Dukungan penuh itu diwujudkan dengan jadwal rutin ke toko atau pameran buku dan pulang dengan berkantong-kantong plastik besar yang isinya tentu saja berbagai buku.
Di rumah, saya punya kamar khusus buku. Isinya tentu saja lemari buku di kedua sisi dinding kamar.
Buku-buku di dalam rak milik saya biasanya saya pisahkan berdasarkan penulisnya, biar gampang dicari.
Tapi hubungan saya dengan buku tidak selamanya romantis dan berakhir dengan happy ending.
Pernah suatu sore 'kegilaan' saya akan membaca sudah keterlaluan (kali ini komik bacaannya). Baru sampai rumah, belum mandi dan sholat ashar, sekitar jam lima sore. Papa pulang dari kantor, memasukkan mobil ke garasi, masuk rumah dan melihat saya masih berseragam putih-merah, leyeh-leyeh di sofa dengan komik di tangan. "Ambil semua komik-komik Dhila. Jangan ada yang ketinggalan. Bawa ke halaman depan", pastinya dengan suara tinggi tanda marah. Saat itu saya cuma bisa pasrah sambil berlinang air mata mengumpulkan komik-komik dari rak buku dan membawa puluhan komik ke halaman depan. Dilempar asal-asalan kemudian dibakar. Mungkin itu patah hati pertama dalam hidup saya. *sigh*
Saya masih ingat buku yang berulang kali saya baca adalah Ensiklopedia Anak.
Ada beberapa seri yang saya selalu baca berulang kali. Tentang tubuh manusia, astronomi dan kreativitas.
Ada satu buku yang rasanya belum saya buka sampai detik ini. Hewan Melata. Bye!
Dhila kecil sangaaaat suka membaca.
Punya kakak laki-laki yang jarak umurnya hanya 1,5 tahun ternyata ada baiknya juga.
Sebagai adik, saya suka gengsi kalau tidak bisa melakukan apa yang abang saya lakukan.
Saat dia TK B, saya masih belum sekolah.
Di TK B, biasanya anak-anak sudah diajarkan mengeja dan mengenal angka.
Saya yang
Saya harus bisa baca. Saat itu juga.
Akhirnya saya masuk TK dengan kemampuan baca yang sudah lancar. Hahaha.
Sejak suka membaca, apapun saya baca. Mulai dari papan reklame pinggir jalan sampai catatan belanjaan ke pasar milik mama.
Orang tua saya mendukung penuh dengan hobi membaca ini. Mereka percaya bahwa dengan banyak membaca, maka kita akan tau banyak hal.
Dukungan penuh itu diwujudkan dengan jadwal rutin ke toko atau pameran buku dan pulang dengan berkantong-kantong plastik besar yang isinya tentu saja berbagai buku.
Di rumah, saya punya kamar khusus buku. Isinya tentu saja lemari buku di kedua sisi dinding kamar.
Buku-buku di dalam rak milik saya biasanya saya pisahkan berdasarkan penulisnya, biar gampang dicari.
Tapi hubungan saya dengan buku tidak selamanya romantis dan berakhir dengan happy ending.
Pernah suatu sore 'kegilaan' saya akan membaca sudah keterlaluan (kali ini komik bacaannya). Baru sampai rumah, belum mandi dan sholat ashar, sekitar jam lima sore. Papa pulang dari kantor, memasukkan mobil ke garasi, masuk rumah dan melihat saya masih berseragam putih-merah, leyeh-leyeh di sofa dengan komik di tangan. "Ambil semua komik-komik Dhila. Jangan ada yang ketinggalan. Bawa ke halaman depan", pastinya dengan suara tinggi tanda marah. Saat itu saya cuma bisa pasrah sambil berlinang air mata mengumpulkan komik-komik dari rak buku dan membawa puluhan komik ke halaman depan. Dilempar asal-asalan kemudian dibakar. Mungkin itu patah hati pertama dalam hidup saya. *sigh*
Saya masih ingat buku yang berulang kali saya baca adalah Ensiklopedia Anak.
Ada beberapa seri yang saya selalu baca berulang kali. Tentang tubuh manusia, astronomi dan kreativitas.
Ada satu buku yang rasanya belum saya buka sampai detik ini. Hewan Melata. Bye!
Langganan:
Postingan (Atom)


