Sudah pernah saya ceritakan di awal kalau saya jarang membuat target dalam hidup ini.
Kalau dikaitkan dengan teori management, itu tentu salah banget.
Kenapa? Karena jadi sulit menentukan indikator keberhasilannya.
Dan itu lah yang terjadi dalam hidup saya.
Saya tidak pernah bisa menentukan target dalam hidup ini, akibatnya saya jadi sulit mengetahui apa momen yang paling membanggakankan dalam hidup ini.
Saya tidak pernah ikut olimpiade matematika atau fisika.
Tidak pernah juga muncul di TV dalam ajang pencarian bakat apapun.
Jadi, mungkin saat yang paling membanggakan bagi saya adalah melihat senyum di wajah orang-orang tersayang karena mereka tahu saya menyayanginya. Cukup.
Jumat, 05 September 2014
Kamis, 04 September 2014
Day Dreaming
Bicara tetang mimpi pasti ga ada habisnya.
Sayangnya, saya bukan tipe orang yang pandai mengatur apa yang saya impikan.
Saat masih TK, hampir seluruh anak murid di kelas saya punya cita-cita.
Biasanya jawabannya dokter, pilot, polisi, tentara dan astronot.
Saya biasanya tiap ditanya cita-cita selalu jawab 'gak tau'.
Sampai akhirnya kelas 4 SD saya mau masuk psikologi ketika kuliah nanti.
Pemahaman anak kelas 4 SD saat itu adalah di psikologi ga perlu belajar matematika. Simple.
Akhirnya doa saya terjawab 8 tahun kemudian.
Saya masuk Psikologi UGM. Yeay!
Setelah lulus kuliah, seperti fresh graduate pada umumnya, saya mencoba mengirimkan CV ke beberapa tempat. Setelah penantian 4 bulan, saya diterima di salah satu grup media terbesar di Indonesia. Dan saya baru menyadari, lagi-lagi Tuhan Maha Baik menjawab doa saya. Saat kuliah semester-semester akhir saya mengidamkan bisa bekerja di dunia media. Alasannya karena kelihatan menarik dan seru. Simple.
Hampir 3 tahun bekerja di sana, akhirnya di sini lah saya sekarang. Sebagai management consultant di salah satu consulting company di Jakarta. Apakah ini mimpi saya? Mungkin.
Saya selalu mengidamkan untuk banyak belajar tentang beberapa ilmu yang menunjang karir sebagai human capital, dan itu yang saya dapat di sini.
Apakah sudah puas dengan pencapaian ini? Belum. Sangat belum.
Menurut saya, pekerjaan bukan cuma kita masuk kantor-absen-nunggu makan siang-pulang saja. Tapi sebuah pekerjaan baiknya bisa menyenangkan kita setiap harinya.
Saya setuju banget sama quote yang di atas. Kenapa hobi? Karena mengerjakan hobi itu menyenangkan!
Bangun pagi dan langsung semangat menjalani hari itu rasanya luaaaar biasa.
Jadi, kalau wanita yang hobi baking cake, make up, fotografi dan ngobrol ini cocoknya kerja sebagai apa dong?
Sayangnya, saya bukan tipe orang yang pandai mengatur apa yang saya impikan.
Saat masih TK, hampir seluruh anak murid di kelas saya punya cita-cita.
Biasanya jawabannya dokter, pilot, polisi, tentara dan astronot.
Saya biasanya tiap ditanya cita-cita selalu jawab 'gak tau'.
Sampai akhirnya kelas 4 SD saya mau masuk psikologi ketika kuliah nanti.
Pemahaman anak kelas 4 SD saat itu adalah di psikologi ga perlu belajar matematika. Simple.
Akhirnya doa saya terjawab 8 tahun kemudian.
Saya masuk Psikologi UGM. Yeay!
Setelah lulus kuliah, seperti fresh graduate pada umumnya, saya mencoba mengirimkan CV ke beberapa tempat. Setelah penantian 4 bulan, saya diterima di salah satu grup media terbesar di Indonesia. Dan saya baru menyadari, lagi-lagi Tuhan Maha Baik menjawab doa saya. Saat kuliah semester-semester akhir saya mengidamkan bisa bekerja di dunia media. Alasannya karena kelihatan menarik dan seru. Simple.
Hampir 3 tahun bekerja di sana, akhirnya di sini lah saya sekarang. Sebagai management consultant di salah satu consulting company di Jakarta. Apakah ini mimpi saya? Mungkin.
Saya selalu mengidamkan untuk banyak belajar tentang beberapa ilmu yang menunjang karir sebagai human capital, dan itu yang saya dapat di sini.
Apakah sudah puas dengan pencapaian ini? Belum. Sangat belum.
Menurut saya, pekerjaan bukan cuma kita masuk kantor-absen-nunggu makan siang-pulang saja. Tapi sebuah pekerjaan baiknya bisa menyenangkan kita setiap harinya.
Saya setuju banget sama quote yang di atas. Kenapa hobi? Karena mengerjakan hobi itu menyenangkan!
Bangun pagi dan langsung semangat menjalani hari itu rasanya luaaaar biasa.
Jadi, kalau wanita yang hobi baking cake, make up, fotografi dan ngobrol ini cocoknya kerja sebagai apa dong?
Rabu, 03 September 2014
Happiness
Quote itu juga yang saya pakai untuk skripsi di tahun 2010.
Kenapa sebuah 'happiness' menjadi segitu pentingnya buat saya?
Karena hanya dengan kebahagiaan kita bisa menikmati hidup, bukan hanya menjalaninya.
Pasti sering kita kecewa dalam hidup ini kan?
Aspirasi gal didenger boss? Kecewa.
Gaji gak naik-naik? Kecewa.
Kereta api gangguan sinyal padahal harus meeting pagi? Kecewa.
Resto favorite berubah cita rasanya? Kecewa.
Banyaaaaaak banget hal yang bisa bikin kita kecewa setiap harinya.
Maka dari itu kita harus menciptakan kebahagiaan sendiri.
Saya percaya, cuma diri kita yang bisa membuat perasaan lebih bahagia.
Kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan pada orang lain.
Caranya? Dengan mengubah pola pikir kita.
Kurangi ekspektasi dalam berbagai hal.
Kita pasti punya target kan? Itu bagus. Tapi perlu diingat target itu juga harus masuk akal selain menantang.
Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, tanpa kita sadari kita juga ingin diperlakukan sebaik itu oleh orang lain kan?
Ya, itu tidak salah. Tetapi sadarilah bahwa orang lain bukan kita.
Kita tidak dapat memastikan orang itu akan berlaku baik kepada kita kan?
Jadi nomer dua yang harus diakukan adalah tulus dalam berbuat apapun.
I know it's not easy. It waaaaaay too hard to do.
Tapi percaya deh worth it to try. Dan hasilnya kita kan merasa bahagia setiap harinya.
Selasa, 02 September 2014
List About 20
Tema hari kedua ini tentang 20 fakta tentang diri sendiri.
Haha, susah-susah-gampang nih.
Memaksa saya buat mengenal diri sendiri.
Kadang kita suka ga 'kenal' sama diri sendiri ya?
Bahkan mungkin mersa lebih mengenal orang lain (terutama saat sedang jatuh cinta). #eeaaa
Oke, here we go!
1. Pembenci seledri dan daun bawang.
Entah apa yang membuat ini menjadi hal paling pertama yang bisa dipikirkan. But i really hate them. Its smell, its taste, eeeewwwww. Jadi kalau pesen makanan yang kemungkinan ada seledri dan daun bawangnya misalnya bakso, mie ayam, bubur, soto dan lain-lain, pasti langsung otomatis pesen yang tanpa daun bawang dan seledri. Kalau dah terlanjur dikasih seledri dan daun bawang yaa gak apa-apa juga sih, tapi bisa dipastikan durasi saya menyantap makanan bisa dua kali lipat karena sibuk memisahkan daun bawang dan seledri lembar demi lembar.
2. Love love love pink colour.
Nah, hal kedua yang paling gampang. Bahkan orang yang baru kenal pun bisa langsung nebak. Hahaha, kelihatan sedikit kekanak-kanakan mungkin, tapi suka gemes dan ga tahan aja kalau lihat barang yang warna pink. Yang tadinya ga butuh tiba-tiba bisa jadi butuh. Hahaha
3. Woman in black.
Berbeda dengan warna favorite, soal selera warna baju justru hitam ataupun warna-warna netral lainnya. Baju warna pink yang ada di lemari jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Tetapi beberapa tahun belakangan ini mulai 'tergoda' untuk mengumpulkan berbagai warna.
4. Minnie mouse, mini me.
Ya, Minnie Mouse yang itu. Yang pacarnya Mickey Mouse. Hahaha. Malu juga mengakuinya, karena tadinya itu koleksi zaman kecil dulu tapi ternyata sekarangpun masih suka gemes beli beberapa hal dengan gambar Minnie Mouse. Bedanya, barang-barang yang dibeli sekarang jauuuuh lebih fungsional daripada zaman dulu.
5. Strawberry field forever.
I looooove strawberry. Rasanya, bentuknya, wanginya. Ternyata selain rasanya yg asam-segar, ternyata strawberry mengandung anti-oksidan yang tinggi juga. Jadi, ga heran kan kalau saya mengidolakan buah yang satu ini.
6. Book worm.
Saya sukaaaa sekali membaca. Apasaja. Dari mulai koran, majalah, buku bahkan sampai poster dan brosur di pinggir jalan. Di rumah, saya punya beberapa lemari besar yang penuh dengan buku-buku bermacam genre. Sayangnya sekarang mulai susah mendapatkan waktu luang yang bisa dipakai buat membaca. Alhasil, beberapa buku di rumah banyak yang masih bersampul plastik.
7. Ciaoooobellaaa~
One of my ultimate dream adalah bisa sampai ke Italia. Oh, i love Italia. Beautiful country with beautiful yet handsome people #eh
8. Travelling and more travelling
Saya sukaaaa sekali jalan-jalan. Tampaknya gen ini menurun dari si papa. Sudah setua itu, tetapi si papa tetap semangat buat jalan-jalan. Hal itu yang juga yang memacu saya buat ngumpulin uang biar bisa jalan-jalan. Bedanya, karena masih sedikit pundi-pundinya, menjelajahnya yang dalam negeri dulu kali yaa.
9. Beach please.
Saya pastinya seorang #TeamPantai! Walaupun gunung juga asik, tapi entah kenapa pantai memiliki romantisnya sendiri.
10. Making Baking.
Belakangan ini memenukan hobi baru. Memanggang kue. Ya kue, cake. Bukan cookies. Selalu semangat mau coba resep-resep baru setela sukses besar dengan Red Velvet Cake. Hahaha. Unfortunately, i'm bad at cake decorating. Sigh.
11. #YOLO
Belakangan ini lagi suka hidup sehat. Hit the gym and jogging track, clean eat, drink more water, cut-off the carb and many more. Cause you only live once.
12. Make up not make down.
Mulai sedikit kesulitan menemukan fakta tentang diri sendiri mulai dari nomer ini. Tapi akhirnya menemukan fakta yang cukup menarik bahwa belakangan ini saya mulai menaruh minat pada make up dan beauty products lainnya, mengingat dulu saya cuek banget berpenampilan.
13. OCD
Saya percaya setiap orang punya kecenderungan untuk obsessive dan compulsive. Obsessive compulsive disorder versi saya yaitu, saya suka melihat peletakan barang-barang yang teratur. Maksudnya label merk suatu barang menghadap ke arah kita. Bisa dibuktikan dengan melihat meja rias dan toiletries yang semua labelnya di depan. Satu lagi, saya selalu merasa terganggu kalau tidur dengan selimut terbalik. Penggunaan selimut yang bermotif jadi sedikit ribet karena saya tidak suka kalau motifnya terbalik, bisa-bisa bangun tengah malam deh.
14. TalKING eh TalkQUEEN
Saya suka sekali mengobrol. Mungkin itu alasannya mengapa saya ga terlalu suka tempat ramai. Karena kita tidak bisa mendengar omongan lawan bicara kita dengan jelas. Jadi, saya lebih memilih untuk punya quality time di cafe dengan orang-orang tersayang.
15. Photography
Kenapa fotografi? Karena ini satu-satunya 'seni' yang saya cukup kuasai. Nyanyi? Aduh, jangan deh. Batuk aja fals. Nari? Jangankan nari, bikin tangan dan kaki sinkrom aja repotnya setengah mati. Melukis? Mungkin sampai sekarang ide lukisan saya masih dua-gunung-dengan-matahari-di-tengah. Haha worst. Impiannya sih tahun depan sudah punya DSLR sendiri. Amen!
16. Easy to fall in love.
Namanya wanita mungkin biasnaya gampang jatuh cinta, tapi kayanya kemampuanku jatuh cinta melebihi wanita lainnya. Sayangnya, gampang lupa juga sama seseorang.
17. Am a good mother
Setidaknya buat Bebe, Cyka dan Kucil. Hihihi
18. Weird dream job
My weirdo dream job is working for Citra Pariwara committee. Eh, masih ada gak sih Citra Pariwara Award? Kenapa aneh? Karena saya bukan berasal dari dunia advertising. Kenapa aneh? Karena dari dulu saya suka nonton iklan. Saat orang-orang marah kalau film favoritenya lagi iklan, saya justru sebaliknya. Saya bakan nontonin iklan itu satu-persatu dengan tenang.
19. Peanut sauce
Saya suka banget saus kacang. Saya percaya makanan apapun yang bersaus kacang pasti enak. Hahaha
20. Miss Googling
Yak, ini yang terakhir. Saya adalah seorang miss googling. Alesannya sih simple, saya gak mau ketinggalan hal aktual apa yang terjadi saat ini.
Haha, susah-susah-gampang nih.
Memaksa saya buat mengenal diri sendiri.
Kadang kita suka ga 'kenal' sama diri sendiri ya?
Bahkan mungkin mersa lebih mengenal orang lain (terutama saat sedang jatuh cinta). #eeaaa
Oke, here we go!
1. Pembenci seledri dan daun bawang.
Entah apa yang membuat ini menjadi hal paling pertama yang bisa dipikirkan. But i really hate them. Its smell, its taste, eeeewwwww. Jadi kalau pesen makanan yang kemungkinan ada seledri dan daun bawangnya misalnya bakso, mie ayam, bubur, soto dan lain-lain, pasti langsung otomatis pesen yang tanpa daun bawang dan seledri. Kalau dah terlanjur dikasih seledri dan daun bawang yaa gak apa-apa juga sih, tapi bisa dipastikan durasi saya menyantap makanan bisa dua kali lipat karena sibuk memisahkan daun bawang dan seledri lembar demi lembar.
2. Love love love pink colour.
Nah, hal kedua yang paling gampang. Bahkan orang yang baru kenal pun bisa langsung nebak. Hahaha, kelihatan sedikit kekanak-kanakan mungkin, tapi suka gemes dan ga tahan aja kalau lihat barang yang warna pink. Yang tadinya ga butuh tiba-tiba bisa jadi butuh. Hahaha
3. Woman in black.
Berbeda dengan warna favorite, soal selera warna baju justru hitam ataupun warna-warna netral lainnya. Baju warna pink yang ada di lemari jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Tetapi beberapa tahun belakangan ini mulai 'tergoda' untuk mengumpulkan berbagai warna.
4. Minnie mouse, mini me.
Ya, Minnie Mouse yang itu. Yang pacarnya Mickey Mouse. Hahaha. Malu juga mengakuinya, karena tadinya itu koleksi zaman kecil dulu tapi ternyata sekarangpun masih suka gemes beli beberapa hal dengan gambar Minnie Mouse. Bedanya, barang-barang yang dibeli sekarang jauuuuh lebih fungsional daripada zaman dulu.
5. Strawberry field forever.
I looooove strawberry. Rasanya, bentuknya, wanginya. Ternyata selain rasanya yg asam-segar, ternyata strawberry mengandung anti-oksidan yang tinggi juga. Jadi, ga heran kan kalau saya mengidolakan buah yang satu ini.
6. Book worm.
Saya sukaaaa sekali membaca. Apasaja. Dari mulai koran, majalah, buku bahkan sampai poster dan brosur di pinggir jalan. Di rumah, saya punya beberapa lemari besar yang penuh dengan buku-buku bermacam genre. Sayangnya sekarang mulai susah mendapatkan waktu luang yang bisa dipakai buat membaca. Alhasil, beberapa buku di rumah banyak yang masih bersampul plastik.
7. Ciaoooobellaaa~
One of my ultimate dream adalah bisa sampai ke Italia. Oh, i love Italia. Beautiful country with beautiful yet handsome people #eh
8. Travelling and more travelling
Saya sukaaaa sekali jalan-jalan. Tampaknya gen ini menurun dari si papa. Sudah setua itu, tetapi si papa tetap semangat buat jalan-jalan. Hal itu yang juga yang memacu saya buat ngumpulin uang biar bisa jalan-jalan. Bedanya, karena masih sedikit pundi-pundinya, menjelajahnya yang dalam negeri dulu kali yaa.
9. Beach please.
Saya pastinya seorang #TeamPantai! Walaupun gunung juga asik, tapi entah kenapa pantai memiliki romantisnya sendiri.
10. Making Baking.
Belakangan ini memenukan hobi baru. Memanggang kue. Ya kue, cake. Bukan cookies. Selalu semangat mau coba resep-resep baru setela sukses besar dengan Red Velvet Cake. Hahaha. Unfortunately, i'm bad at cake decorating. Sigh.
11. #YOLO
Belakangan ini lagi suka hidup sehat. Hit the gym and jogging track, clean eat, drink more water, cut-off the carb and many more. Cause you only live once.
12. Make up not make down.
Mulai sedikit kesulitan menemukan fakta tentang diri sendiri mulai dari nomer ini. Tapi akhirnya menemukan fakta yang cukup menarik bahwa belakangan ini saya mulai menaruh minat pada make up dan beauty products lainnya, mengingat dulu saya cuek banget berpenampilan.
13. OCD
Saya percaya setiap orang punya kecenderungan untuk obsessive dan compulsive. Obsessive compulsive disorder versi saya yaitu, saya suka melihat peletakan barang-barang yang teratur. Maksudnya label merk suatu barang menghadap ke arah kita. Bisa dibuktikan dengan melihat meja rias dan toiletries yang semua labelnya di depan. Satu lagi, saya selalu merasa terganggu kalau tidur dengan selimut terbalik. Penggunaan selimut yang bermotif jadi sedikit ribet karena saya tidak suka kalau motifnya terbalik, bisa-bisa bangun tengah malam deh.
14. TalKING eh TalkQUEEN
Saya suka sekali mengobrol. Mungkin itu alasannya mengapa saya ga terlalu suka tempat ramai. Karena kita tidak bisa mendengar omongan lawan bicara kita dengan jelas. Jadi, saya lebih memilih untuk punya quality time di cafe dengan orang-orang tersayang.
15. Photography
Kenapa fotografi? Karena ini satu-satunya 'seni' yang saya cukup kuasai. Nyanyi? Aduh, jangan deh. Batuk aja fals. Nari? Jangankan nari, bikin tangan dan kaki sinkrom aja repotnya setengah mati. Melukis? Mungkin sampai sekarang ide lukisan saya masih dua-gunung-dengan-matahari-di-tengah. Haha worst. Impiannya sih tahun depan sudah punya DSLR sendiri. Amen!
16. Easy to fall in love.
Namanya wanita mungkin biasnaya gampang jatuh cinta, tapi kayanya kemampuanku jatuh cinta melebihi wanita lainnya. Sayangnya, gampang lupa juga sama seseorang.
17. Am a good mother
Setidaknya buat Bebe, Cyka dan Kucil. Hihihi
18. Weird dream job
My weirdo dream job is working for Citra Pariwara committee. Eh, masih ada gak sih Citra Pariwara Award? Kenapa aneh? Karena saya bukan berasal dari dunia advertising. Kenapa aneh? Karena dari dulu saya suka nonton iklan. Saat orang-orang marah kalau film favoritenya lagi iklan, saya justru sebaliknya. Saya bakan nontonin iklan itu satu-persatu dengan tenang.
19. Peanut sauce
Saya suka banget saus kacang. Saya percaya makanan apapun yang bersaus kacang pasti enak. Hahaha
20. Miss Googling
Yak, ini yang terakhir. Saya adalah seorang miss googling. Alesannya sih simple, saya gak mau ketinggalan hal aktual apa yang terjadi saat ini.
Senin, 01 September 2014
Shakespeare
W. Shakespeare pernah berkata, "Apalah arti sebuah nama?"
Saya sejujurnya tidak 100% setuju dengan pendapat sastrawan Inggris itu.
Karena menurut saya, sebuah nama adalah doa.
Minimal punya maksud di balik itu semua.
Kalau tidak, mungkin tidak banyak orang tua perlu mencari ilham sembilan bulan untuk memberikan nama kepada anak yang dikandung sang ibu.
Atau kalau memang benar nama tidak penting, mungkin kita akan banyak menemukan kata 'teko', 'monitor', 'boneka' atau 'sapu ijuk' untuk nama seorang anak.
Jadi, percaya kan kalau nama itu cukup penting?
Termasuk nama blog pribadi ini.
Ini adalah 'social media' keempat yang saya punya setelah friendster, plurk dan twitter.
Kenapa merasa perlu punya blog, karena saya butuh media lain untuk bercerita.
Media yang lebih bebas dan ekspresif.
Sempat kesulitan mencari nama yang pas untuk blog ini, karena saya paham bahwa nama blog ini tidak dapat berubah sesuka hati seperti username social media lainnya.
Awalnya saya selalu menggunakan nama pribadi untuk setiap social media sebelumnya.
Tetapi nama 'fadhiladhila' ternyata tidak available untuk blogspot saat itu.
Akhirnya setelah berpikir sekian lama, tercetuslah nama semacammediakatarsis.
Buat anak psikologi mungkin sudah familiar dengan kata 'katarsis', tetapi buat sebagian lain mungkin bahkan baru mendengarnya saat ini.
Katarsis adalah menghilangkan beban mental seseorang denga menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, via Wikipedia).
Simpelnya, katarsis adalah cara seseorang untuk mengutarakan apa yang sedang dirasakannya.
Cocok kan dengan tujuan awal dibuat blog ini.
Kalau ada yang sempat mengikuti blog ini dari awal, maka akan melihat cerita nano-nano di beberapa postingan awal.
Sampai akhirnya akan membaca tulisan-tulisan cengeng di awal tahun 2011.
Haha, saya rasa itu memang momen di mana saya merasakan manfaat yang teramat sangat dari menulis blog.
Buat saya pribadi, menulis blog itu semacam terapi.
Sepenat apapun rasanya di awal menulis, pasti sedikit merasa 'ringan' di akhir tulisan.
Seperti menemukan teman bicara yang setia mendengarkan tentang apa saja tanpa banyak bertanya.
Bukankah kadang kita hanya perlu didengar?
Memang blog ini jarang diupdate, tetapi sebenarnya cukup sering dikunjungi untuk sekedar blog-walking ke beberapa blog favorite.
Saya percaya, kadanng inspirasi terbaik datang saat perasaan sedang sedih,
Semakin sedih biasanya inspirasi menulis datang lebih deras. Haha, aneh ya?
Akhirnya, setelah dua tahun lalu di bulan Mei saya melakukan #30DaysBloggingChallenge lagi di bulan Saptember 2014 untuk mengaktifkan lagi blog ini.
Walaupun menulis ternyata menyenangkan, ternyata saya lebih menikmati bercerita dengan seseorang yang mampu memberikan tanggapkan yang menyenangkan ataupun saran yang membangun.
Kalau kamu?
Saya sejujurnya tidak 100% setuju dengan pendapat sastrawan Inggris itu.
Karena menurut saya, sebuah nama adalah doa.
Minimal punya maksud di balik itu semua.
Kalau tidak, mungkin tidak banyak orang tua perlu mencari ilham sembilan bulan untuk memberikan nama kepada anak yang dikandung sang ibu.
Atau kalau memang benar nama tidak penting, mungkin kita akan banyak menemukan kata 'teko', 'monitor', 'boneka' atau 'sapu ijuk' untuk nama seorang anak.
Jadi, percaya kan kalau nama itu cukup penting?
Termasuk nama blog pribadi ini.
Ini adalah 'social media' keempat yang saya punya setelah friendster, plurk dan twitter.
Kenapa merasa perlu punya blog, karena saya butuh media lain untuk bercerita.
Media yang lebih bebas dan ekspresif.
Sempat kesulitan mencari nama yang pas untuk blog ini, karena saya paham bahwa nama blog ini tidak dapat berubah sesuka hati seperti username social media lainnya.
Awalnya saya selalu menggunakan nama pribadi untuk setiap social media sebelumnya.
Tetapi nama 'fadhiladhila' ternyata tidak available untuk blogspot saat itu.
Akhirnya setelah berpikir sekian lama, tercetuslah nama semacammediakatarsis.
Buat anak psikologi mungkin sudah familiar dengan kata 'katarsis', tetapi buat sebagian lain mungkin bahkan baru mendengarnya saat ini.
Katarsis adalah menghilangkan beban mental seseorang denga menghilangkan ingatan traumatisnya dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, via Wikipedia).
Simpelnya, katarsis adalah cara seseorang untuk mengutarakan apa yang sedang dirasakannya.
Cocok kan dengan tujuan awal dibuat blog ini.
Kalau ada yang sempat mengikuti blog ini dari awal, maka akan melihat cerita nano-nano di beberapa postingan awal.
Sampai akhirnya akan membaca tulisan-tulisan cengeng di awal tahun 2011.
Haha, saya rasa itu memang momen di mana saya merasakan manfaat yang teramat sangat dari menulis blog.
Buat saya pribadi, menulis blog itu semacam terapi.
Sepenat apapun rasanya di awal menulis, pasti sedikit merasa 'ringan' di akhir tulisan.
Seperti menemukan teman bicara yang setia mendengarkan tentang apa saja tanpa banyak bertanya.
Bukankah kadang kita hanya perlu didengar?
Memang blog ini jarang diupdate, tetapi sebenarnya cukup sering dikunjungi untuk sekedar blog-walking ke beberapa blog favorite.
Saya percaya, kadanng inspirasi terbaik datang saat perasaan sedang sedih,
Semakin sedih biasanya inspirasi menulis datang lebih deras. Haha, aneh ya?
Akhirnya, setelah dua tahun lalu di bulan Mei saya melakukan #30DaysBloggingChallenge lagi di bulan Saptember 2014 untuk mengaktifkan lagi blog ini.
Walaupun menulis ternyata menyenangkan, ternyata saya lebih menikmati bercerita dengan seseorang yang mampu memberikan tanggapkan yang menyenangkan ataupun saran yang membangun.
Kalau kamu?
Jumat, 27 September 2013
Kelas Inspirasi. Kemarin, nanti dan untuk selamanya.
26 September 2013
Sore itu sekitar pukul 16:30 saya dikirimi url oleh seorang teman melalui whatsapp group. Akhirnya saya membuka link tersebut dan menonton apa yang sudah kami lakukan dua minggu sebelumnya.
11 September 2013
Apa yang kalian ingat pada tanggal tersebut? Tragedi World Trade Center? Ulang tahun sahabat? Tanggal promosi jabatan? Atau justru kematian seorang teman karena kecelakaan? Yang pasti pada tanggal itu saya kembali mencatatkan sejarah untuk hidup saya. Mungkin juga hidup 16 orang teman saya lainnya. Bahkan hidup ratusan relawan di Bekasi, Tangerang dan Bogor. Relawan yang berjuang membayar hutang kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ya, saya mengusulkan tanggal 11 September 2013 untuk pelaksanaan Kelas Inspirasi berikutnya. Agar setiap manusia mempunyai ingatan baru bahwa ada hal baik yang terjadi pada hari itu selain tragedi WTC yang terjadi bertahun-tahun lalu. Bahwa Indonesia masih mempunyai banyak orang baik yang mau dengan sukarela turun tangan memberikan tindakan nyata bagi bangsanya.
Pagi itu, cuaca cerah cenderung panas sesuai dengan doa 17 orang di malam sebelumnya. Kami datang ke SD Kayuringin XIX dengan semangat penuh untuk berbagi mengenai apa profesi kami, apa yang kami kerjakan dan bagaimana cara menjadi kami. Semua berangkat dengan semangat menginspirasi, semangat berbagi.
Dan pada sore hari kami sadar bahwa kami lah yang terinspirasi. Terinspirasi oleh wajah-wajah polos yang menghadap ke depan kelas tempat kami berdiri mengajar, terinspirasi oleh puluhan pasang mata yang menatap kami penuh kagum atau mungkin keanehan kepada kami yang berdiri di depan kelas mereka hari itu, terinspirasi oleh puluhan hidung dan bibir yang sepenuh hati menciumi tangan kami saat selesai mengajar. Mungkin itu adalah salah satu saat terbaik dalam hidup saya. Rasanya terbayar sudah rasa lelah karena mengejar mereka berkeliling kelas, rasa kesal karena harus mengeluarkan mereka dari kolong meja dan belakang lemari serta seraknya suara kami berteriak mengajar di depan kelas. Tunai.
Ada yang kami sadari bahwa media sudah terlalu banyak memberikan pengaruh pada anak-anak penerus bangsa ini. Mereka seperti spons, menyerap apapun di sekitarnya dengan baik. Maka, mereka perlu banyak melihat dan merasakan hal baik di sekitarnya agar mereka bisa menyerap semuanya. Habis, tanpa sisa.
Wajah-wajah polos dengan sinar mata cerdas itu berhak mempunyai mimpi setinggi angkasa. Karena hanya dengan mimpi mereka bisa mengubah hidup mereka bahkan mengubah bangsanya. Mengutip perkataan Pak Hikmat Hardono bahwa selama beberapa tahun Indonesia Mengajar mengirimkan guru ke seluruh penjuru negeri, mereka selalu gagal menemukan anak Indonesia yang tidak pintar, mereka gagal menemukan anak Indonesaia yang tidak cerdas dan gagal menemukan anak Indonesia yang tidak berbakat. Mereka hanya kurang mendapatkan referensi dan informasi.
Dan dengan dasar itu, maka kami dan mungkin ribuan relawan lain tersadar untuk melakukan sesuatu untuk negeri ini. Berhenti mencibir pemerintah dan ikut turun tangan langsung memberikan kontribusi untuk pendidikan Indonesia. Untuk membayar hutang pada bangsa. Ternyata semesta mempertemukan kami dengan 16 orang hebat lainnya. Coba tanya mereka pada sore hari di tanggal 11 September 2013 setalah kami mengajar, saya rasa kita semua setuju dengan pernyataan Ibu Meicky Soeriamanis, bahwa rasanya hutang kita bertambah banyak. Kami mendapatkan lebih banyak dari apa yang kami bayarkan. Tuhan mengembalikan pemberian kami dalam bentuk yang variatif dengan kualitas yang lebih berlimpah. Ia kembalikan melalui jumlah teman yang makin banyak. Ia kembalikan lewat rasa tersentuh bercampur prihatin, yang muncul saat kami mendengar murid-murid dengan amat antuasias menyebutkan apa cita-cita mereka. Ia kembalikan lewat semangat yang ditunjukkan murid ketika mereka merespons ajakan untuk jangan pernah berhenti bermimpi dan bekerja. Ia mengembalikannya melalui kepuasan batin, yang kita semua tahu bahwa tak ada uang sebesar apapun yang bisa membelinya.
Kami percaya bahwa bagi kami dan ratusan relawan lain, sehari mengajar selamanya terinspirasi.
Dan kami pulang dengan senyum di wajah dan perasaan hangat di hati.
Thamrin, 26 September 2013 20:45.
NB:
tulisan lain tentang Kelas Inspirasi dapat dibaca di:
Blog-nya Mbak Martina Prianti, Financial Journalist.
Blog-nya Papah Benyamin Hendrik, IT Aplicator.
Blog-nya Mbak Sri Utami, Chemist.
Kumpulan foto kami dapat dilihat di:
Youtube-nya Mas Adrianus Adri, Photographer.
Sore itu sekitar pukul 16:30 saya dikirimi url oleh seorang teman melalui whatsapp group. Akhirnya saya membuka link tersebut dan menonton apa yang sudah kami lakukan dua minggu sebelumnya.
11 September 2013
Apa yang kalian ingat pada tanggal tersebut? Tragedi World Trade Center? Ulang tahun sahabat? Tanggal promosi jabatan? Atau justru kematian seorang teman karena kecelakaan? Yang pasti pada tanggal itu saya kembali mencatatkan sejarah untuk hidup saya. Mungkin juga hidup 16 orang teman saya lainnya. Bahkan hidup ratusan relawan di Bekasi, Tangerang dan Bogor. Relawan yang berjuang membayar hutang kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ya, saya mengusulkan tanggal 11 September 2013 untuk pelaksanaan Kelas Inspirasi berikutnya. Agar setiap manusia mempunyai ingatan baru bahwa ada hal baik yang terjadi pada hari itu selain tragedi WTC yang terjadi bertahun-tahun lalu. Bahwa Indonesia masih mempunyai banyak orang baik yang mau dengan sukarela turun tangan memberikan tindakan nyata bagi bangsanya.
Pagi itu, cuaca cerah cenderung panas sesuai dengan doa 17 orang di malam sebelumnya. Kami datang ke SD Kayuringin XIX dengan semangat penuh untuk berbagi mengenai apa profesi kami, apa yang kami kerjakan dan bagaimana cara menjadi kami. Semua berangkat dengan semangat menginspirasi, semangat berbagi.
Dan pada sore hari kami sadar bahwa kami lah yang terinspirasi. Terinspirasi oleh wajah-wajah polos yang menghadap ke depan kelas tempat kami berdiri mengajar, terinspirasi oleh puluhan pasang mata yang menatap kami penuh kagum atau mungkin keanehan kepada kami yang berdiri di depan kelas mereka hari itu, terinspirasi oleh puluhan hidung dan bibir yang sepenuh hati menciumi tangan kami saat selesai mengajar. Mungkin itu adalah salah satu saat terbaik dalam hidup saya. Rasanya terbayar sudah rasa lelah karena mengejar mereka berkeliling kelas, rasa kesal karena harus mengeluarkan mereka dari kolong meja dan belakang lemari serta seraknya suara kami berteriak mengajar di depan kelas. Tunai.
Ada yang kami sadari bahwa media sudah terlalu banyak memberikan pengaruh pada anak-anak penerus bangsa ini. Mereka seperti spons, menyerap apapun di sekitarnya dengan baik. Maka, mereka perlu banyak melihat dan merasakan hal baik di sekitarnya agar mereka bisa menyerap semuanya. Habis, tanpa sisa.
Wajah-wajah polos dengan sinar mata cerdas itu berhak mempunyai mimpi setinggi angkasa. Karena hanya dengan mimpi mereka bisa mengubah hidup mereka bahkan mengubah bangsanya. Mengutip perkataan Pak Hikmat Hardono bahwa selama beberapa tahun Indonesia Mengajar mengirimkan guru ke seluruh penjuru negeri, mereka selalu gagal menemukan anak Indonesia yang tidak pintar, mereka gagal menemukan anak Indonesaia yang tidak cerdas dan gagal menemukan anak Indonesia yang tidak berbakat. Mereka hanya kurang mendapatkan referensi dan informasi.
Dan dengan dasar itu, maka kami dan mungkin ribuan relawan lain tersadar untuk melakukan sesuatu untuk negeri ini. Berhenti mencibir pemerintah dan ikut turun tangan langsung memberikan kontribusi untuk pendidikan Indonesia. Untuk membayar hutang pada bangsa. Ternyata semesta mempertemukan kami dengan 16 orang hebat lainnya. Coba tanya mereka pada sore hari di tanggal 11 September 2013 setalah kami mengajar, saya rasa kita semua setuju dengan pernyataan Ibu Meicky Soeriamanis, bahwa rasanya hutang kita bertambah banyak. Kami mendapatkan lebih banyak dari apa yang kami bayarkan. Tuhan mengembalikan pemberian kami dalam bentuk yang variatif dengan kualitas yang lebih berlimpah. Ia kembalikan melalui jumlah teman yang makin banyak. Ia kembalikan lewat rasa tersentuh bercampur prihatin, yang muncul saat kami mendengar murid-murid dengan amat antuasias menyebutkan apa cita-cita mereka. Ia kembalikan lewat semangat yang ditunjukkan murid ketika mereka merespons ajakan untuk jangan pernah berhenti bermimpi dan bekerja. Ia mengembalikannya melalui kepuasan batin, yang kita semua tahu bahwa tak ada uang sebesar apapun yang bisa membelinya.
Kami percaya bahwa bagi kami dan ratusan relawan lain, sehari mengajar selamanya terinspirasi.
Dan kami pulang dengan senyum di wajah dan perasaan hangat di hati.
Thamrin, 26 September 2013 20:45.
NB:
tulisan lain tentang Kelas Inspirasi dapat dibaca di:
Blog-nya Mbak Martina Prianti, Financial Journalist.
Blog-nya Papah Benyamin Hendrik, IT Aplicator.
Blog-nya Mbak Sri Utami, Chemist.
Kumpulan foto kami dapat dilihat di:
Youtube-nya Mas Adrianus Adri, Photographer.
Selasa, 18 Juni 2013
My 3rd Red Velvet Cake
Hari ini membawa Red Velvet Cake ke kantor. Dan teman-teman kantor memberikan komen yang positif semua. Senangnya.
Ini cake ketiga setelah dua percobaan sebelumnya selalu failed di cheese frosting nya. Percobaan pertama cheese frosting nya encer, percobaan kedua tingkat kekentalan cheese frosting nya bagus banget tapi karena kebanyakan vanilla estrak dan rhum jadi agak pahit dan kali ini cheese frosting nya sukses besar (walaupun menurutku agak sedikit terlalu manis dan kurang padat. Hihi)
And here's te recipe:
Bahan A:
250 gr Tepung terigu (diayak)
1/2 sdt Garam
15 gr Deutch-processed chocolate
Bahan B:
113 gr Unsalted butter (suhu ruangan)
300 gr Castor sugar (diayak)
2 butir Telur
1 sdt Vanilla extract
1 sdt Rhum (aku sih suka pakai rhum biar wangi. Hehe)
Bahan C:
240 ml Susu cair (dingin)
1 sdt Perasan jeruk nipis
2 sdm Sari buah bit (bisa diganti Food coloring merah tua)
Bahan D:
1 sdt Baking powder
1 sdt Cuka makan
Bahan E:
227 gr Cream cheese (suhu ruangan)
227 gr Mascarpone cheese (suhu ruangan) (bisa dicari di supermarket besar)
1 sdt Vanilla extract
100 gr Castor sugar
360 ml Whipping cream cair (dingin)
(kelihatannya ribet yaa? Tapi justru lebih enak aku pisah-pisahin begitu biar lebih enak bikinnya)
Cara membuat:
Panaskan oven 175 C, olesi loyang bulat dengan mentega tipis dan rata.
Bahan A:
Campur semua bahan dalam mangkuk terpisah
Bahan B:
Mixer semua bahan dengan kecepatan sedang sampai halus dan rata
Bahan C:
Bahan ini biasa disebut 'buttermilk', tapi karena nyari buttermilk agak susah di Indonesia bisa diakalin dengan cara mencampurkan semua Bahan C dan tunggu agak mengental sedikit
Setelah Bahan A, Bahan B dan Bahan C siap, campurkan Bahan A dan Bahan C ke Bahan B secara bergantian.
Bahan D:
Segera campurkan baking powder dengan cuka dan masukkan ke dalam Bahan A, B dan C yang sudah tercampur rata.
Kalau Bahan A, B, C dan D tercampur rata, tuang ke dalam loyang dan masukkan ke dalam oven.
Selagi cake dioven, kita buat Bahan E (Cheese Frosting)
Kocok whiping cream dengan mixer kecepatan tinggi sampai kaku. Di mangkuk terpisah, aduk cheese cream, vanilla extract dan castor sugar dengan mixer sampai halus. Campur cheese cream dengan whipping cream, aduk rata. Dinginkan.
Nah, kalau cake kita sudah matang (bisa dites dengan menusukkan tusuk gigi ke tengah cake, kalau sudah tidak ada adonan cake yang menempel, berarti cake nya sudah matang), segera keluarkan cake dari loyang dan dinginkan supaya kita gampang menghias dengan cheese cream-nya.
Voila, red velvet cake nya jadii. Horraaayy!
Ini cake ketiga setelah dua percobaan sebelumnya selalu failed di cheese frosting nya. Percobaan pertama cheese frosting nya encer, percobaan kedua tingkat kekentalan cheese frosting nya bagus banget tapi karena kebanyakan vanilla estrak dan rhum jadi agak pahit dan kali ini cheese frosting nya sukses besar (walaupun menurutku agak sedikit terlalu manis dan kurang padat. Hihi)
And here's te recipe:
Bahan A:
250 gr Tepung terigu (diayak)
1/2 sdt Garam
15 gr Deutch-processed chocolate
Bahan B:
113 gr Unsalted butter (suhu ruangan)
300 gr Castor sugar (diayak)
2 butir Telur
1 sdt Vanilla extract
1 sdt Rhum (aku sih suka pakai rhum biar wangi. Hehe)
Bahan C:
240 ml Susu cair (dingin)
1 sdt Perasan jeruk nipis
2 sdm Sari buah bit (bisa diganti Food coloring merah tua)
Bahan D:
1 sdt Baking powder
1 sdt Cuka makan
Bahan E:
227 gr Cream cheese (suhu ruangan)
227 gr Mascarpone cheese (suhu ruangan) (bisa dicari di supermarket besar)
1 sdt Vanilla extract
100 gr Castor sugar
360 ml Whipping cream cair (dingin)
(kelihatannya ribet yaa? Tapi justru lebih enak aku pisah-pisahin begitu biar lebih enak bikinnya)
Cara membuat:
Panaskan oven 175 C, olesi loyang bulat dengan mentega tipis dan rata.
Bahan A:
Campur semua bahan dalam mangkuk terpisah
Bahan B:
Mixer semua bahan dengan kecepatan sedang sampai halus dan rata
Bahan C:
Bahan ini biasa disebut 'buttermilk', tapi karena nyari buttermilk agak susah di Indonesia bisa diakalin dengan cara mencampurkan semua Bahan C dan tunggu agak mengental sedikit
Setelah Bahan A, Bahan B dan Bahan C siap, campurkan Bahan A dan Bahan C ke Bahan B secara bergantian.
Bahan D:
Segera campurkan baking powder dengan cuka dan masukkan ke dalam Bahan A, B dan C yang sudah tercampur rata.
Kalau Bahan A, B, C dan D tercampur rata, tuang ke dalam loyang dan masukkan ke dalam oven.
Selagi cake dioven, kita buat Bahan E (Cheese Frosting)
Kocok whiping cream dengan mixer kecepatan tinggi sampai kaku. Di mangkuk terpisah, aduk cheese cream, vanilla extract dan castor sugar dengan mixer sampai halus. Campur cheese cream dengan whipping cream, aduk rata. Dinginkan.
Nah, kalau cake kita sudah matang (bisa dites dengan menusukkan tusuk gigi ke tengah cake, kalau sudah tidak ada adonan cake yang menempel, berarti cake nya sudah matang), segera keluarkan cake dari loyang dan dinginkan supaya kita gampang menghias dengan cheese cream-nya.
Voila, red velvet cake nya jadii. Horraaayy!
Langganan:
Postingan (Atom)




