Kamis, 26 Agustus 2010

pause - play

aku menekan tombol pause sejenak..
winamp berhenti mengalunkan lagu yang sebenarnya tidak terlalu kencang..
sekedar untuk menuliskan postingan ini..
entah mengapa aku merasa butuh keheningan.
bahkan winamp pun tak ku izinkan mengganggu..

mengganngu waktu sakral ku dengan kota ini.
mengganggu tangis ku yang tiba-tiba pecah.
mula-mula terisak, berubah menjadi kencang dan berakhir dengan isakan pelan.
aku sudah terlalu bosan untuk menangisi batas waktuku.
mungkin juga seorang teman sudah muak mendengar keluhanku. maafkan..

aku terlalu lemah untuk tidak menangis kali ini..
sudah bosan pula rasanya otak ini menyuruh hati untuk kuat.
kuat dengan apa yang kamu pun sebenarnya tahu akan terjadi.
dua atau tiga hari lagi bukan waktu yang lama kan?
dan kita bisa lihat bagaimana itu terjadi..

kemudian menekan kembali tombol play, dan lagu kembali mengalun pelan..

Kamis, 22 Juli 2010

Rumah

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu hari tidak lagi 24 jam?
Agar aku bisa lebih lama lagi di sini..
Menikmati kota ini.

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu minggu tidak lagi 7 hari?
Agar aku bisa lebih lama lagi bersamamu..
Merekam kota ini.

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu bulan tidak lagi 4 minggu?
Agar aku bisa lebih lama lagi bersama mereka.
Meniti kembali kota ini.

Empat tahun aku rasa cukup untuk menyebut kota ini 'rumah'.
Dengan segala kenyamanannya..
Tempat di mana aku bisa 'pulang'.
Tempat di mana aku belajar banyak tentang hidup ini.
Belajar membuka mata, melihat sekitar.
Melatih panca indera ku untuk lebih peka.
Kemudian menyuruh hati untuk lebih merasa..

Aku pasti akan kangen sekali.
Dengan semuanya..
Semua yang tersimpan dengan sempurna di otak ku.
Kangen dengan siangnya, terlebih dengan malamnya..

Tapi aku sadar bahwa ada rencana Tuhan yang telah dipersiapkan untuk ku.
Rencana Tuhan yang memberiku kesempatan untuk mencari 'rumah-rumah' lainnya.

Ada hal yang aku tidak dapat menjelaskan tentang bagaimana perasaanku,
saat mengumpulkan barang-barang dan memasukkannya dalam satu kardus besar.
Kemudian melihat ruangan ku kosong.
Ada perasaan yang tidak dapat aku ceritakan ketika tertegun menatap kalender di dinding,
menunjukkan hari yang tersisa.
Ada pikiran yang hanya aku yang tahu tentang bagaimana aku berjuang menakhlukkan perasaanku,
untuk tidak terlalu banyak menangis dan mencoba menikmati hari-hari terakhirku.

Dan aku mengangkat tangan ku,
untuk berdoa agar aku punya kesempatan untuk memanggil kota ini 'rumah' lagi di kemudian hari.
agar aku selalu punya alasan untuk 'pulang'.

Sabtu, 22 Mei 2010

Apa yang kamu lakukan saat tidak lagi sesuai?
Saat waktu bersama tidak lagi menyenagkan..
Saat diam yang menjadi cerita..

Ntah apa yang salah.
mungkin bukan apa, tapi siapa..
Dan bisa saja bukan siapa..

Ada yang janggal.
Aku tahu pasti..
Sesuatu yang kamu tutupi, kamu sembunyikan.
Atau mungkin memang tidak ingin dibagi kepada ku..

Lelah dengan beda persepsi..
Iri dengan kondisi..
Atau entah apa lagi..

Dan tetap tidak terjawab..

Aku berusaha maju selangkah, ingin bersisian.
Tapi kamu mengambil dua langkah lebar, meninggalkan ku..
Aku memperlebar langkahku untuk menjangkaumu.
Dan kamu menghentikan langkah, agar tetap ada jarak..
Ntah apa yang kau jaga.

Tenang saja, teman..
Aku tidak akan mengambil kebahagiaan darimu.
Atau bahkan apapun..
Aku hanya ingin ikut menyesapnya sedikit.
Mencicipi rasanya bahagia seperti kamu.
Ternyata menyenangkan..

Kamu meneruskan perjalanan.
Aku pun begitu.
Kamu mengambil jalan berbelok ke kanan.
Aku harus ikut sekarang atau menyusul mu suatu saat nanti?



NB: posting ini ternyata ada di harddisk. ntah apa cerita dibalik ini, tapi aku hanya ingin mem-post-kannya..

Rabu, 31 Maret 2010

Mesin permen

Di suatu pusat perbelanjaan..
Aku berhenti di depan mesin penjual permen.
Berwarna-warni, beraneka bentuk, dan pasti beraneka rasa..
Manis, pedas, asam, dan lain sebagainya..

Ku masukkan sekeping uang logam ke dalamnya..
Memutar tuas dan berharap-harap cemas..
Ntah permen apa yang akan keluar..
Menunggu..
Dan mendapat permen cokelat, hmm manis..

Aku masih mempunyai beberapa keping uang logam lagi.
Kemudian memasukkan sekeping ke dalamnya,
memutar tuas dan menunggu lagi..
Ternyata permen mint. Pedas tapi mungkin menyegarkan, menyenangkan..

Memutuskan memasukkan sekeping logam lagi ke lubang uang..
Menekan tuas sekali lagi..
Menunggu dengan sabar dan penasaran..
Ahh,permen asam..Aku tidak suka. Ingin aku buang! Menjauh dari genggamanku..
Tapi ini keputusanku untuk mendapatkan permen lagi. Aku harus menelannya.

Asam sekali. Aku mengerutkan kening sedikit dan membuatku mengeluarkan air mata..
Ternyata asamnya sedikit lama tersisa..

Merogoh kantong celanaku lagi dan menemukan sekeping terakhir di sana..
Memasukkan keping itu dan memutar tuasnya lagi..
Menunggu dengan jauh lebih siap..
Permen apapun yang akan keluar aku siap, karena aku sudah merasakan semuanya..


NB: sekarang aku sudah siap. Kita berteman baik lagi ya? Selamat ulang tahun.. :)

Selasa, 16 Maret 2010

kamu

ntah bagaimana kamu masuk dalam hidup aku,
dan bertahan di sana selama setahun,
kemudian kamu berlalu dalam 30 menit..

ini semua bukan hal mudah untuk aku..
bukan hal gampang sama sekali..

aku selalu bisa sombong bahwa aku jagoan..
aku adalah orang yang paling bisa mengatasi patah hati..
ya, aku memang mempersiapkan untuk patah, untuk pecah, tapi bukan untuk hancur seperti ini.

jujur aku kangen dengan adanya ikon surat di pojok layar hp ku, setiap aku mengecek nya.
aku kangen dengan telpon yang tiba-tiba, sekedar untuk menanyakan kabar ku, menanyakan apakah aku sudah makan, apakah aku kehujanan..
tapi ternyata aku lebih kangen dengan keberadaan kamu, kesiapan kamu setiap aku butuh..

mataku sudah perih, sakit..
mungkin ia sudah tidak dapat berpikir bagaimana caranya untuk mengeluarkan air mata lagi..
air mata yang paling banyak untuk kamu..
untuk hidup ku beberapa tahun terakhir..

aku tidak suka ketika senja datang, apalagi ketika senja itu indah..
karena senja adalah kamu..
dan ketidaksukaan ku berlanjut ketika malam datang, bulan mengintip dan bintang berkelip..
gelap, sepi dan pekat.. tidak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan keadaan aku sekarang.
tapi ternyata aku lebih tidak suka dengan datang nya pagi,
karena ternyata aku masih mengingat kamu..

ketika kesadaran aku kembali seutuhnya, maka rasa sakit itu juga kembali menyertainya..
dan aku menangis lagi.. air mata lagi untuk kamu, atau mungkin tanpa air mata karena sudah habis persediaannya..
jika kamu merasa sakit dan terluka di sana, maka tolong kalikan rasa sakit itu dengan 2 atau bahkan 3, maka kamu akan tahu bahwa itu yang aku rasakan..
lebih hebat rasa sakitnya dari apa yang kamu rasakan bukan?

kota ini penuh dengan kamu..
sudut sana, di pojok itu, atau bahkan di tegah-tengah di jantung kota ini berdenyut..
ntah bagaimana aku bisa sebegitu mudah untuk mengesampingkan kamu, kalau setiap sudut seolah-olah berlomba mengingatkanku akan kamu..
ah, dulu seharusnya kita selalu dipertemukan dalam sebuah rungan kosong di sudut tempat di antah berantah ya..
karena hanya ruangan itu lah yang nantinya mengingatkanku akan kamu..
bukan setiap tempat atau bahkan setiap barang yang tertangkap oleh pengelihatanku..

aku suka dengan analogi bola mata manusia dari kamu..
bagaimana mereka bergerak, melihat, berkedip bahkan menangis bersama walau mereka tidak saling melihat..
indah..
tapi sadarkah kamu bahwa kedua bola mata itu berada dalam kepala yang sama, mereka dihubungkan oleh syaraf yang sama dan dialiri darah dari jantung yang sama kan?
mereka tetap berhubungan, tetap terjalin..

kamu adalah hal yang mungkin yang terbaik yang pernah ada di hidup aku..
teman bercerita yang baik, teman tertawa yang baik, teman berkeluh-kesah yang baik, teman perjalanan yang baik, bahkan teman apapun yang terbaik..
dan ntah lah, apa aku juga teman sebaik itu untuk kamu..
tapi aku berusaha.
usaha yang sama saat ini untuk menjadi teman yang baik lagi unutuk kamu, seperti kemarin..
aku janji untuk itu.
dan aku tahu bahwa waktu adalah satu-satunya obat untuk sakit ini..
dan aku perlu obat itu..
tapi aku tidak tahu dosis yang tepat untuk itu,teman..
kamu mau kan menunggu sampai akhirnya obat itu bekerja untuk hati, perasaan dan pikiran ku?
sampai akhirnya obat itu berhasil menyembuhkan dan membawa sakit ku pergi jauh..
kamu mau kan menunggu?
tolong tunggu aku untuk berhasil memepati janji aku untuk menjadi teman yang baik lagi untuk kamu ya..

Senin, 15 Maret 2010

akhirnya badai

Ya, kamu berhasil membuat air mata ini..
Mungkin untuk yang terakhir, walau aku pun tak bisa menjamin..
Ntah apa yang ingin aku sampaikan saat ini pada kamu..
Tapi aku rasa kamu telah mengetahui segalanya,
Yang kamu tak tahu bahwa aku tidak bisa menghentikan air mata ini..
Ntah mengapa dan ntah untuk apa..

Aku akhirnya merasakan badai ini,
Tapi aku tidak mengira rasanya akan seperti ini.
Jauh lebih sakit dari yang pernah aku bayangkan..

Terimakasih untuk setahun ini.
Setahun yang aku tahu lebih dari indah.
Setahun yang aku tahu aku peduli kamu.
Setahun aku tahu bahwa aku juga sedikit memiliki hidup kamu..

Aku tahu ini tak gampang untuk kamu,
Tetapi ini jauh lebih tidak gampang untuk ku..
Ntah bagaimana kamu masuk dan mempengaruhi hidup ku,
Tapi aku tahu bahwa aku terluka.. Kamu menorehkannya terlalu dalam.

Aku tidak bisa membayangkan hidup setelah tak ada kamu.
Tapi aku tahu bahwa aku harus kuat.
Masih ingat kan bahwa aku selalu bilang kalau aku jagoan?
Lagipula life must go on kan?

Terimakasih buat semuanya yaa..
Kamu harus bisa tetap baik-baik seperti adanya kamu..
Temukan seseorang yang benar-benar kamu inginkan dan menginginkan kamu ya.
Aku yakin kamu selalu tahu apa yang terbaik untuk kamu :)

Selasa, 09 Maret 2010

Lay down

Laying my head down on your shoulder..
Needs no word..I didn't spell anythings..
But listen! My heart whispers something..
Ssstt,you just lock your mouth and try to listen with your heart..
I don't know for sure what did it said, but i just feel comfort, safe and warm..
Like a magic, i closed my eyes and knited the dream above..