Hari ini membawa Red Velvet Cake ke kantor. Dan teman-teman kantor memberikan komen yang positif semua. Senangnya.
Ini cake ketiga setelah dua percobaan sebelumnya selalu failed di cheese frosting nya. Percobaan pertama cheese frosting nya encer, percobaan kedua tingkat kekentalan cheese frosting nya bagus banget tapi karena kebanyakan vanilla estrak dan rhum jadi agak pahit dan kali ini cheese frosting nya sukses besar (walaupun menurutku agak sedikit terlalu manis dan kurang padat. Hihi)
And here's te recipe:
Bahan A:
250 gr Tepung terigu (diayak)
1/2 sdt Garam
15 gr Deutch-processed chocolate
Bahan B:
113 gr Unsalted butter (suhu ruangan)
300 gr Castor sugar (diayak)
2 butir Telur
1 sdt Vanilla extract
1 sdt Rhum (aku sih suka pakai rhum biar wangi. Hehe)
Bahan C:
240 ml Susu cair (dingin)
1 sdt Perasan jeruk nipis
2 sdm Sari buah bit (bisa diganti Food coloring merah tua)
Bahan D:
1 sdt Baking powder
1 sdt Cuka makan
Bahan E:
227 gr Cream cheese (suhu ruangan)
227 gr Mascarpone cheese (suhu ruangan) (bisa dicari di supermarket besar)
1 sdt Vanilla extract
100 gr Castor sugar
360 ml Whipping cream cair (dingin)
(kelihatannya ribet yaa? Tapi justru lebih enak aku pisah-pisahin begitu biar lebih enak bikinnya)
Cara membuat:
Panaskan oven 175 C, olesi loyang bulat dengan mentega tipis dan rata.
Bahan A:
Campur semua bahan dalam mangkuk terpisah
Bahan B:
Mixer semua bahan dengan kecepatan sedang sampai halus dan rata
Bahan C:
Bahan ini biasa disebut 'buttermilk', tapi karena nyari buttermilk agak susah di Indonesia bisa diakalin dengan cara mencampurkan semua Bahan C dan tunggu agak mengental sedikit
Setelah Bahan A, Bahan B dan Bahan C siap, campurkan Bahan A dan Bahan C ke Bahan B secara bergantian.
Bahan D:
Segera campurkan baking powder dengan cuka dan masukkan ke dalam Bahan A, B dan C yang sudah tercampur rata.
Kalau Bahan A, B, C dan D tercampur rata, tuang ke dalam loyang dan masukkan ke dalam oven.
Selagi cake dioven, kita buat Bahan E (Cheese Frosting)
Kocok whiping cream dengan mixer kecepatan tinggi sampai kaku. Di mangkuk terpisah, aduk cheese cream, vanilla extract dan castor sugar dengan mixer sampai halus. Campur cheese cream dengan whipping cream, aduk rata. Dinginkan.
Nah, kalau cake kita sudah matang (bisa dites dengan menusukkan tusuk gigi ke tengah cake, kalau sudah tidak ada adonan cake yang menempel, berarti cake nya sudah matang), segera keluarkan cake dari loyang dan dinginkan supaya kita gampang menghias dengan cheese cream-nya.
Voila, red velvet cake nya jadii. Horraaayy!
Selasa, 18 Juni 2013
Senin, 25 Maret 2013
Eyeliner
Malam ini kembali saya menyeka mata dengan kencang.
Perih. Eyeliner hitam yang tadi pagi kutorehkan meleleh dan cairannya memasuki mata.
Aku menyobek dua tissue toilet pas digarisnya.
Tissue toilet yang kutaruh di atas meja kerjaku.
Lucu memang. Cuma Indonesia yang menaruh tissue toilet di atas meja kerja bahkan meja makan.
Ah, sudahlah. Hal itu tampak tidak lagi menarik untuk dibahas.
Masih banyak hal menarik yang bisa kita bahas malam ini bukan?
Misalnya
Misalnyaa
Misalnyaaa apa yaa?
Haha, sudahlah. Tampaknya selera humorku meleleh bersama eyeliner hitam tadi ya?
Mari kita menertawakan hidup ini saja.
Dengan tawamu yang paling riang.
Atau paling menyedihkan.
Mungkin.
Perih. Eyeliner hitam yang tadi pagi kutorehkan meleleh dan cairannya memasuki mata.
Aku menyobek dua tissue toilet pas digarisnya.
Tissue toilet yang kutaruh di atas meja kerjaku.
Lucu memang. Cuma Indonesia yang menaruh tissue toilet di atas meja kerja bahkan meja makan.
Ah, sudahlah. Hal itu tampak tidak lagi menarik untuk dibahas.
Masih banyak hal menarik yang bisa kita bahas malam ini bukan?
Misalnya
Misalnyaa
Misalnyaaa apa yaa?
Haha, sudahlah. Tampaknya selera humorku meleleh bersama eyeliner hitam tadi ya?
Mari kita menertawakan hidup ini saja.
Dengan tawamu yang paling riang.
Atau paling menyedihkan.
Mungkin.
Rabu, 26 September 2012
Selamat Ulang Tahun, Kakak BESAR!
Ah, iya. Hari ini kakak BESAR ku ulang tahun.
Kenapa BESAR nya harus ditulis capslock? Karena orangnya sangat besar dalam maksud sebenarnya. Hihi
Ya, tahun ini 26 tahun usia nya. Sudah tidak muda lagi bukaan?
Entah kapan dia memutuskan akan mengakhiri masa lajangnya (baca: menikah), tapi buat saya pribadi, hal itu bukanlah hal yang penting. Saya menghargai keputusannya.
Kali ini saya akan bercerita tentang abang saya itu. Karena kami orang Minang, saya memanggilnya dengan sebutan Uda (abang, dalam bahasa Minang).
Kami berbeda 2 tahun, tepatnya 1,5 tahun. Ya, tepat 1 tahun 6 bulan. Haha, perhitungan yang akurat!
Sejak dulu, orang-orang kadang suka salah menebak siapa yang kakak di antara kami. Biasanya, orang suka menebak bahwa saya adalah kakaknya. Setelah itu ia pasti dan selalu akan berkata dan tertawa 'tuh kan, emang tua muka lo, dek' dengan puasnya. Saat dulu masih kecil, jujur saya sebenarnya selalu kesal dan sedikit sedih kalau ia mengejek saya habis-habisan, tapi sekarang saya tidak peduli. Tampaknya saya memang memerlukan 'aura matang' demi menunjang pekerjaan. Hihi
Usia yang cukup dekat membuat kami justru tidak terlalu dekat saat masih kecil dulu. Mungkin saat itu, ia selalu mengganggapku hama pengganggu yang selalu mau mengikuti kemanapun dia pergi. Haha, biar saja. Saat itu saya tidak terlalu peduli karena saya tidak punya teman di komplek perumahan saya kala itu. Dia selalu mengusir saya kalau saya terlihat ingin gabung dengan ia dan teman-temannya.
Saat kecil, kami diasuh oleh pola pengasuhan yang sama. Tapi tampaknya kami tumbuh besar menjadi dua pribadi yang berbeda. Mama kami selalu berpendapat bahwa ia lebih ceria dan rame daripada saya. Haha, tampaknya Mama saya tidak tau bagaimana ceriwis anak gadisnya di luar rumah.
Hal yang paliing saya benci dari dia adalah kepala batunya. Saya lebih baik diam kemudian meninggalkannya kalau kepala batunya sudah mulai kumat. Percuma dilawan, dia pasti akan tetap dengan pendapat atau pemikirannya sendiri.
Ada satu beberapa hal yang saya kagumi darinya. Yang pertama adalah kemampuannya untuk 'sok-asyik' dengan orang-orang (no wonder dia sekarang menjadi Account Executive di sebuah event organizer di Jakarta) dan kemampuan berbahasanya yang menurut saya cukup hebat, mengingat kemampuan saya belajar bahasa di bawah rata-rata. *hiks*
Di balik sikap sotoy dan sikap sok-superiornya, saya tahu bahwa ia selalu berusaha melindungi saya dan mencoba sebaik mungkin untuk menjadi abang yang baik untuk saya.
HAPPY BIRTHDAY, UDA DICKY!
Saya pasti selalu berdoa segalanya yang terbaik untukmu. Love youu..
Now, blow your 26 candles, bro..
Kami adalah pasangan abang adik yang ga romantis, jadi kami jaraaang banget foto berduaan, ini ada beberapa di antaranya:
Kenapa BESAR nya harus ditulis capslock? Karena orangnya sangat besar dalam maksud sebenarnya. Hihi
Ya, tahun ini 26 tahun usia nya. Sudah tidak muda lagi bukaan?
Entah kapan dia memutuskan akan mengakhiri masa lajangnya (baca: menikah), tapi buat saya pribadi, hal itu bukanlah hal yang penting. Saya menghargai keputusannya.
Kali ini saya akan bercerita tentang abang saya itu. Karena kami orang Minang, saya memanggilnya dengan sebutan Uda (abang, dalam bahasa Minang).
Kami berbeda 2 tahun, tepatnya 1,5 tahun. Ya, tepat 1 tahun 6 bulan. Haha, perhitungan yang akurat!
Sejak dulu, orang-orang kadang suka salah menebak siapa yang kakak di antara kami. Biasanya, orang suka menebak bahwa saya adalah kakaknya. Setelah itu ia pasti dan selalu akan berkata dan tertawa 'tuh kan, emang tua muka lo, dek' dengan puasnya. Saat dulu masih kecil, jujur saya sebenarnya selalu kesal dan sedikit sedih kalau ia mengejek saya habis-habisan, tapi sekarang saya tidak peduli. Tampaknya saya memang memerlukan 'aura matang' demi menunjang pekerjaan. Hihi
Usia yang cukup dekat membuat kami justru tidak terlalu dekat saat masih kecil dulu. Mungkin saat itu, ia selalu mengganggapku hama pengganggu yang selalu mau mengikuti kemanapun dia pergi. Haha, biar saja. Saat itu saya tidak terlalu peduli karena saya tidak punya teman di komplek perumahan saya kala itu. Dia selalu mengusir saya kalau saya terlihat ingin gabung dengan ia dan teman-temannya.
Saat kecil, kami diasuh oleh pola pengasuhan yang sama. Tapi tampaknya kami tumbuh besar menjadi dua pribadi yang berbeda. Mama kami selalu berpendapat bahwa ia lebih ceria dan rame daripada saya. Haha, tampaknya Mama saya tidak tau bagaimana ceriwis anak gadisnya di luar rumah.
Hal yang paliing saya benci dari dia adalah kepala batunya. Saya lebih baik diam kemudian meninggalkannya kalau kepala batunya sudah mulai kumat. Percuma dilawan, dia pasti akan tetap dengan pendapat atau pemikirannya sendiri.
Ada satu beberapa hal yang saya kagumi darinya. Yang pertama adalah kemampuannya untuk 'sok-asyik' dengan orang-orang (no wonder dia sekarang menjadi Account Executive di sebuah event organizer di Jakarta) dan kemampuan berbahasanya yang menurut saya cukup hebat, mengingat kemampuan saya belajar bahasa di bawah rata-rata. *hiks*
Di balik sikap sotoy dan sikap sok-superiornya, saya tahu bahwa ia selalu berusaha melindungi saya dan mencoba sebaik mungkin untuk menjadi abang yang baik untuk saya.
HAPPY BIRTHDAY, UDA DICKY!
Saya pasti selalu berdoa segalanya yang terbaik untukmu. Love youu..
Now, blow your 26 candles, bro..
Kami adalah pasangan abang adik yang ga romantis, jadi kami jaraaang banget foto berduaan, ini ada beberapa di antaranya:
Foto terbaru saat lebaran 2012 kemarin
Setelah kami dewasa, Da Dicky mulai sesekali mengajak saya untuk ikutan dalam kegiatan nongkrong bareng teman-temannya. Hehe
Memaknai Lebaran
Wah, sudah lama juga ga nulis blog.
Postingan terakhir tanggal 30 Mei 2012 sekaligus hari terakhir project '30 Hari Menulis'.
Kali ini saya akan bercerita tentang Iedul Fitri. Haha
Sudah agak lama juga yaa sebenarnya kalau mau bercerita tentang Iedul Fitri. Tapi ga apa-apa, karena tidak ada kata terlambat untuk memaafkan. *apa sik?*
Iedul Fitri tahun 2012 ini jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012 di hari Minggu.
Lebaran kali ini berbeda. Akhirnya saya merasakan lagi harus kembali ke rumah agar tidak berlebaran di kota orang. Hehe
Maksudnya, selama saya menjadi anak kuliahan, berarti kurang lebih ada 4x lebaran yang saya harus melawan arus mudik untuk pulang ke Bekasi karena saat itu saya berada di Jogja. Pada tahun 2011 itu pertama kalinya setelah 4 tahun saya dari mulai puasa sampai lebaran di rumah. Hilang sudah tradisi ngabuburit di jalanan atau bahkan di Gelanggang UGM. *hiks*
Akhirnya tahun 2012 ini saya kembali melawan arus mudik dari Bandung menuju Jakarta.
Menurut saya, berpuasa di Bandung tidak terlalu buruk kok. Hal paling buruknya adalah saya hampir bisa dihitung jari untuk melakukan tarawih di masjid. Oh, no! #pencitraan
Ngomong-ngomong tentang lebaran, lebaran itu identik dengan saling memaafkan.
Hayoo, apakah pada lebaran kemarin kalian sudah sepenuhnya memaafkan kesalahan orang yang paling kalian benci?
Saya sudah sepertinya. Sebenrarnya bukannya sudah, tetapi tampaknya tidak ada orang yang saya benci kok belakangan ini. Ah, senangnya.
Semakin hari saya semakin memaknai lebaran dan memaafkan untuk diri saya sendiri.
Maksudnya begini, pada lebaran kemarin jujur saya hanya mengirimkan SMS/BBM/Twit/Telepon orang-orang terdekat saya saja. Orang-orang yang memang banyak berinteraksi dengan saya 1 tahun terakhir.
Kenapa begitu? Buat saya, ketika kita semakin banyak berinteraksi dengan seseorang, maka semakin banyaklah peluang kita untuk membuat kesalahan pada orang tersebut.
Kalau menghubungi saja jarang, bagaimana mau meminta maaf lahir dan batin atas keasalahan yang tidak kita perbuat?
Yah, mungkin bagi sebagian orang tidak setuju dengan pendapat saya, tapi saya sendiri lebih senang mendapatkan permohonan maaf secara personal dari orang-orang terdekat saya. :)
Oiya, saat lebaran biasanya masing-masing keluarga punya sajian lebaran yang berbeda-beda.
Di rumah beberapa saudara, ada yang menu spesialnya nasi padang, soto padang, soto betawi sampai mie ayam.
Untuk di rumah saya, biasanya sajian lebarannya konvensional seperti rumah-rumah pada umumnya, yaitu ketupat 9biasanya dilengkapi gulai nangka atau opor daging).
Tapi lebaran kali ini berbeda! Menu spesialnya adalah Lontong Medan! Yeay..
Buat yang belum pernah lihat, begini kira-kira penampakannya:
Anyway, ada 1 hal yang menarik yang akan saya ceritakan di sini.
Pada lebaran tahun ini, saya membuat cake sendiri! Ya, ini cake pertama yang saya buat sendiri. Haha
Sebagai pemula, saya belum apa-apa sudah tertantang untuk membuat Red Velvet Cake. Cake yang sedang happening saat ini. Dan saya berhasil!
Menurut adik-adik sepupu saya dan beberapa teman kantor yang sempat mencobanya, red velvet cake saya cukup enak. Senangnyaa.
Ada satu hal yang menurut saya kurang dari cake ini, yaitu cheese frosting nya, karena saya membuatnya terlalu encer. Ya, besok harus lebih baik lagi ya :D
Postingan terakhir tanggal 30 Mei 2012 sekaligus hari terakhir project '30 Hari Menulis'.
Kali ini saya akan bercerita tentang Iedul Fitri. Haha
Sudah agak lama juga yaa sebenarnya kalau mau bercerita tentang Iedul Fitri. Tapi ga apa-apa, karena tidak ada kata terlambat untuk memaafkan. *apa sik?*
Iedul Fitri tahun 2012 ini jatuh pada tanggal 19 Agustus 2012 di hari Minggu.
Lebaran kali ini berbeda. Akhirnya saya merasakan lagi harus kembali ke rumah agar tidak berlebaran di kota orang. Hehe
Maksudnya, selama saya menjadi anak kuliahan, berarti kurang lebih ada 4x lebaran yang saya harus melawan arus mudik untuk pulang ke Bekasi karena saat itu saya berada di Jogja. Pada tahun 2011 itu pertama kalinya setelah 4 tahun saya dari mulai puasa sampai lebaran di rumah. Hilang sudah tradisi ngabuburit di jalanan atau bahkan di Gelanggang UGM. *hiks*
Akhirnya tahun 2012 ini saya kembali melawan arus mudik dari Bandung menuju Jakarta.
Menurut saya, berpuasa di Bandung tidak terlalu buruk kok. Hal paling buruknya adalah saya hampir bisa dihitung jari untuk melakukan tarawih di masjid. Oh, no! #pencitraan
Ngomong-ngomong tentang lebaran, lebaran itu identik dengan saling memaafkan.
Hayoo, apakah pada lebaran kemarin kalian sudah sepenuhnya memaafkan kesalahan orang yang paling kalian benci?
Saya sudah sepertinya. Sebenrarnya bukannya sudah, tetapi tampaknya tidak ada orang yang saya benci kok belakangan ini. Ah, senangnya.
Semakin hari saya semakin memaknai lebaran dan memaafkan untuk diri saya sendiri.
Maksudnya begini, pada lebaran kemarin jujur saya hanya mengirimkan SMS/BBM/Twit/Telepon orang-orang terdekat saya saja. Orang-orang yang memang banyak berinteraksi dengan saya 1 tahun terakhir.
Kenapa begitu? Buat saya, ketika kita semakin banyak berinteraksi dengan seseorang, maka semakin banyaklah peluang kita untuk membuat kesalahan pada orang tersebut.
Kalau menghubungi saja jarang, bagaimana mau meminta maaf lahir dan batin atas keasalahan yang tidak kita perbuat?
Yah, mungkin bagi sebagian orang tidak setuju dengan pendapat saya, tapi saya sendiri lebih senang mendapatkan permohonan maaf secara personal dari orang-orang terdekat saya. :)
Oiya, saat lebaran biasanya masing-masing keluarga punya sajian lebaran yang berbeda-beda.
Di rumah beberapa saudara, ada yang menu spesialnya nasi padang, soto padang, soto betawi sampai mie ayam.
Untuk di rumah saya, biasanya sajian lebarannya konvensional seperti rumah-rumah pada umumnya, yaitu ketupat 9biasanya dilengkapi gulai nangka atau opor daging).
Tapi lebaran kali ini berbeda! Menu spesialnya adalah Lontong Medan! Yeay..
Buat yang belum pernah lihat, begini kira-kira penampakannya:
Lontong Medan ini terdiri dari: lontong itu sendiri, sayurnya pakai buncis dan wortel bersantan encer, ditambah tauco pakai udang, ada teri medan plus kacangnya, ada telur balado, boleh ditambah rendang daging dan ini yang paling penting: srundeng! :9
Anyway, ada 1 hal yang menarik yang akan saya ceritakan di sini.
Pada lebaran tahun ini, saya membuat cake sendiri! Ya, ini cake pertama yang saya buat sendiri. Haha
Sebagai pemula, saya belum apa-apa sudah tertantang untuk membuat Red Velvet Cake. Cake yang sedang happening saat ini. Dan saya berhasil!
Menurut adik-adik sepupu saya dan beberapa teman kantor yang sempat mencobanya, red velvet cake saya cukup enak. Senangnyaa.
Ada satu hal yang menurut saya kurang dari cake ini, yaitu cheese frosting nya, karena saya membuatnya terlalu encer. Ya, besok harus lebih baik lagi ya :D
Ya, bentuknya memang ga menarik. Am worst at cake decorating. *sigh*
Kalau sudah dipotong, tidak seburuk itu kaan? :D
Voila, this is it! Red velvet cake a la Chef Dhila :)
Rabu, 30 Mei 2012
Hari Terakhir!
Dan tiga puluh hari berakhir sudah.
Tiga puluh hari yang memaksa beberapa orang untuk selalu menuangkan apa yang ada di kepalanya menjadi satu postingan di blognya masing-masing.
Tiga puluh hari yang menimbulkan satu kebiasaan baru.
Tiga puluh hari merasa berkewajiban menceritakan satu hal ke enam orang.
Ya, dan project 30 hari menulis ini berakhir di tanggal 30 Mei 2012.
Tampaknya saya akan menjadi donatur terbesar untuk kopi darat nanti.
Dan sepertinya kebiasaan menulis saya belum terbentuk hanya dari tiga puluh hari saja.
Mungkin saya perlu tiga puluh hari kedua, tiga puluh hari ketiga dan entah tiga puluh hari keberapa lagi.
Tapi satu yang pasti, bahwa saya berani untuk menuliskan apa yang saya pikirkan.
Saya berani untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan.
Saya berani untuk berbagi cerita dengan orang banyak.
Tapi terlepas dari itu semua, saya berani menjalani sebuah komitmen. Komitmen untuk menulis.
Selasa, 29 Mei 2012
SugaRush!
Kali ini Saya akan berbagiinfo kuliner di Bandung.
Tau red velvet cake dong? Cake yg lg happening banget saat ini.
Dan akhirnya malam ini saya mencoba red velvet cake di Sugarush, sebuah cafe kecil di Jalan Braga no. 83.
Cafe ini punya interior yang unik, dengan suasana yang hangat dan homey, mengingat jalan Braga yang memang wilayah tua di Bandung.
Selain red velvet cake, spesialisai Sugarush jg di berbagai macam cake yang sedang trend saat ini, seperti: rainbow cake, macaroons, churros. Selain itu ada juga makanan Italia semacam pasta, lasagna dan lain-lain.
Karena rainbow cakenya cuma terdiri dari lima layer dan warnanya kurang eye-catching, pilihan saya kali ini jatuh pada red velvet cake.
Cake merah yang dibandrol dengan harga Rp 20.000 ini mempunyai rasa yang tidak terlalu manis, sehingga tidak eneg. Cakenya pun agak padat dengan kandungan air yang tidak terlalu banyak. Pas sekali kalau maucari camilan yang mengenyangkan.
Dengan harga segitu, kita sudah mendapatkan sepotong besar cake yang terdiri dari dua layer. Nyaaam..
Senin, 28 Mei 2012
Temukan Saya di LinkedIn
Mungkin awalnya ide untuk mengumpulkan teman-teman dan melakukan 30 Hari Menulis adalah saya pertama kalinya.
Tapi tampaknya silakan hukum saya karena selalu saja menyampaikan banyak alasan untuk tidak menulis.
Dan tampaknya saya lah yang akan menjadi donatur terbesar saat 'kopi darat' nanti. Haha
Oke, ada sedikit yang akan saya ceritakan dalam postingan ini.
Saya baru saja membuat akun di LinkedIn. Haha
Awalnya adalah obrolan ringan saya dan seorang teman baik di De Luca untuk merayakan ulang tahunnya yang sudah sangat terlambat.
"Hah? Kamu gak punya LinkedIn? Kamu kan HRD, seharusnya punya akun itu"
Dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat akun itu tadi pagi.
Baru saja beberapa menit akun saya jadi dan saya masih meraba-raba fitur di situs tersebut, saya merasa menikmatinya.
Situs ini menurut saya keren. Situs yang duluuuuu pernah saya bayangkan. Situs pencarian tenaga kerja.
Tentu saya saya yang saat ini berprofesi sebagai HRD sangat terbantu dengan adanya LinkedIn.
Saya bisa mencari orang-orang yang saya pikir dapat saya tawari beberapa posisi di perusahaan saya.
Ah, menyenangkan rasanya.
Sore tadi saya baru menyadari satu hal. Bahwa mungkin saja di luar sana para rekruter berusaha mencari tenaga kerja dari situs ini.
Mungkin saja di luar sana pada akhirnya akan mendapatkan karyawan yang ternyata adalah karyawan saya.
Dan ini merupakan ancaman kecil untuk saya.
Yah, pada akhirnya saya kembali menyadari bahwa sesuatu tercipta lengkap dengan sisi baik dan buruknya.
Tapi tampaknya silakan hukum saya karena selalu saja menyampaikan banyak alasan untuk tidak menulis.
Dan tampaknya saya lah yang akan menjadi donatur terbesar saat 'kopi darat' nanti. Haha
Oke, ada sedikit yang akan saya ceritakan dalam postingan ini.
Saya baru saja membuat akun di LinkedIn. Haha
Awalnya adalah obrolan ringan saya dan seorang teman baik di De Luca untuk merayakan ulang tahunnya yang sudah sangat terlambat.
"Hah? Kamu gak punya LinkedIn? Kamu kan HRD, seharusnya punya akun itu"
Dan akhirnya saya memutuskan untuk membuat akun itu tadi pagi.
Baru saja beberapa menit akun saya jadi dan saya masih meraba-raba fitur di situs tersebut, saya merasa menikmatinya.
Situs ini menurut saya keren. Situs yang duluuuuu pernah saya bayangkan. Situs pencarian tenaga kerja.
Tentu saya saya yang saat ini berprofesi sebagai HRD sangat terbantu dengan adanya LinkedIn.
Saya bisa mencari orang-orang yang saya pikir dapat saya tawari beberapa posisi di perusahaan saya.
Ah, menyenangkan rasanya.
Sore tadi saya baru menyadari satu hal. Bahwa mungkin saja di luar sana para rekruter berusaha mencari tenaga kerja dari situs ini.
Mungkin saja di luar sana pada akhirnya akan mendapatkan karyawan yang ternyata adalah karyawan saya.
Dan ini merupakan ancaman kecil untuk saya.
Yah, pada akhirnya saya kembali menyadari bahwa sesuatu tercipta lengkap dengan sisi baik dan buruknya.
Langganan:
Postingan (Atom)





