Kamis, 25 September 2014

Keep It Simple, Stupid!

"Yang namanya penyesalan itu datangnya belakangan,
kalau di depan namanya pendaftaran"

Buat saya yang hidupnya easy going dan santai gini, rasanya tidak ada yang perlu disesali dalam hidup, sejauh ini.
Kalau ada yang mengecewakan terjadi, tinggal nangis sampai capek dan besoknya bisa menata ulang diri dan hati serta belajar dari pengalaman biar kekecewaan itu tidak terulang lagi di kemudian hari. Simple!

Rabu, 24 September 2014

Nemu Yang Kaya Gini? Pacarin!

Tinggi,
wangi,
cerdas,
lucu,
suka traveling,
enak dilihat,
seru,
ngobrolnya nyambung,

nyari yang gimana lagi?
Udaaaaah, pacarin! :D

Selasa, 23 September 2014

If I Won The Lottery.....

.......... I prefer to win his heart.


#azeg

Senin, 22 September 2014

Terlambat

Satu kata yang terdengar menyebalkan.
Terlambat bangun.
Terlambat meeting pagi.
Terlambat sidang skripsi.
Terlambat bayar tagihan kartu kredit.
Yah, asal ga terlambat datang bulan ya *ketok-ketok meja*

Semua kata terlambat memang tidak pernah terdengar menyenangkan kok. Saya duluu termasuk orang yang suka datang last minute. Bahkan tak jarang terlambat datang. Sampai suatu saat saya mengalami kejadian tidak menyenangkan kareana hobi saya yang satu ini. Saya terlambat datang ke pesta ulang tahun sahabat saya sendiri! Oh my God, saat itu cuma panik yang dirasakan. Untungnya, sahabat saya pemaaf jadi dia tidak terlalu ambil pusing. Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk tidak datang terlambat lagi di kemudian hari dan saya menjalani komitmen itu sampai sekarang.

Yang paling menyebalkan dari terlambat adalah beberapa orang menganggap itu menjadi trademark saya, padahal mungkin saja keterlambatan itu bukan disebabkan oleh saya, tetapi orang lain. Belum lagi kalau saya dianggap paling telat, padahal masih ada teman lain yang datang lebih 'ngaret' dari saya. Sampai suatu saat, seorang teman pernah update status di akun sosial medianya, "Janjian jam 12 dan sampai sekarang belum datang. Dhila is being herself". Crap! *langsung tobat*

Minggu, 21 September 2014

Haru

Saya harus mengakui bahwa saya adalah seorang yang sentimental.
Gampang merasa haru.
Nonton film drama, nangis. Baca buku sedih, nangis. Dengerin beberapa judul musik yang nadanya sedih bahkan bisa nangis juga. Sampai sebegitunya.

Tapi ketika ditanya apa yang membuat saya benar-benar sedih, jawabannya mungkin adalah ditinggalkan oleh orang-orang tersayang.
Lingkungan benar-benar berpengaruh besar dalam hidup saya.
Saya adalah tipe orang yang suka membina hubungan baik dengan teman-teman lama.
Walaupun saya tidak berinteraksi setiap hari dengan mereka, tetapi saya tahu bahwa mereka tetap ada di sana untuk saya.

Ketakutan terbesar saya adalah kehilangan orang-orang tersayang.
Tuhan, semoga saya tidak hidup sampai hari kiamat. Amin.

Sabtu, 20 September 2014

Bahagia

Tidak sulit membuat saya bahagia.
Pergi melihat matahari tenggelam, makan malam di restoran favorite, hadiah-hadiah kejutan memang membahagiakan.
Tapi ada cara yang lebih mudah.
Cukup berikan perhatian sepenuhnya saat saya bercerita.
Cerita saya terkadang membosankan.
Biasanya berputar tentang keluhan hari ini dan kejadian tidak penting yang terjadi seharian.
Tapi saya akan sangat mengapresiasi kalau didengarkan dengan perhatian yang tulus.
Sebagai gantinya, saya akan ada untuk kamu. Bukan saja untuk mendengarkan cerita-ceritamu tapi juga melewati hari bersamamu. Selamanya.

Jumat, 19 September 2014

Sinetron

Saya suka nonton film.
Semua film saya tonton.
Apa saja asal bukan horor.
Atau genre thriller.
Atau yang ada ularnya.
Ya, mungkin tidak semua film mau saya tonton.

Saya selalu gampang jatuh cinta (pada suatu film).
Bisa jatuh cinta pada ceritanya, pada aktornya, pada artistiknya atau apa saja yang menarik.
Mudah sekali jatuh cinta. Jatuh cinta selalu menyenangkan ya?

Payahnya, saat jatuh cinta saya juga mudah lupa.
Lupa film ini bagaimana ceritanya, lupa bagaimana endingnya, lupa siapa pemainnya.
Ingatan manusia memang payah.
Hebatnya, walau saya lupa dengan beberapa hal dari suatu film, saya selalu mengingat dengan jelas alasan atau adegan mengapa saya jatuh cinta dengan film itu.
Selalu menyenangkan bercerita tentang alasan kamu mencintai sesuatu kan?

Jadi sangat sulit untuk memutuskan apa film favorite saya.
Yang pasti, akhir-akhir ini saya suka sekali nonton sinetron.
Bedanya sinteron yang saya tonton bikinan Hollywood.
How I Met Your Mother, Sherlock, Royal Pain sampai News Room.
Ah, andaikan sinteron Indonesia bisa dibuat sekeren itu ya?