bukan karena latah saya menuliskan postingan kali ini.
tapi rasa belasungkawa yang sangat besar yang melandasi saya bercerita.
ketika negeri ini sedang menangis dan minta diperhatikan.
tsunami di Mentawai.
gunung Merapi yang memuntahkan isi perutnya.
banjir dimana-mana.
ah, terlalu banyak bencana yang terjadi.
Tuhan tidak murka. Dia maha pengasih dan penyayang.
kita hanya diingatkan.
diingatkan kembali atas kuasanya.
diingatkan kembali untuk lebih mensyukuri hidup.
diingatkan kembali agar tidak lalai.
diingatkan untuk membantu sesama.
lalu apa yang saya lakukan sekarang?
masih kah saya menyalahi hidup?
masih kah saya mengasihani diri sendiri?
masih kah saya hanya mampu mengangis di depan televisi yang sibuk menyiarkan berita yang ada?
ini adalah tentang bagaimana kamu membantu sesamamu.
mempertaruhkan empati, simpati, peduli dan rasa kemanusiaan yang ada.
ketika yang satu membutuhkan, maka yang satu memberikan pertolongan.
tentang bagaimana kamu memberi dan mereka menerima.
tentang rasa ikhlas yang teramat sangat.
Kamis, 28 Oktober 2010
saya benci kamu
saya benci kamu dan semua ingatan kita.
saya benci kamu dan apa yang saya rasa.
saya benci kamu dan apa yang kamu tak tau dan tak mau tau.
saya benci kamu yang mengerti apa yang kita sama-sama pahami.
terlebih, saya benci kamu yang tidak bisa saya benci..
saya benci kamu dan apa yang saya rasa.
saya benci kamu dan apa yang kamu tak tau dan tak mau tau.
saya benci kamu yang mengerti apa yang kita sama-sama pahami.
terlebih, saya benci kamu yang tidak bisa saya benci..
Kamis, 21 Oktober 2010
doa
langit malam ini cerah..
sampai terlihat beberapa bintang berpijar terang.
awan tebal yang biasa pun tak terlihat malam ini
telah berubah bentuk menjadi gerimis sepanjang hari ini mungkin..
langit bersih dan penuh doa
doa ku, doa mu, doa nya, doa mereka
atau mungkin doa seluruh manusia bumi
berserakan selayaknya bintang
Tuhan malam ini kembali melihat doa-doa itu
kemudian memilih satu dari sekian banyak doa yang dipanjatkan untukNya
hey, itu doa mu, teman..
ah, atau mungkin doa ku?
rancu dan tak jelas
tapi Tuhan telah memeluk doa itu.
ternyata itu doa kita.
doa ku yang melebur di dalam doa mu.
apakah ada yang lebih indah dari seorang yang masih setia mendoakanmu di setiap perjumpaannya dengan Tuhannya.
saya rasa tak ada yang lebih baik dari doa yang tulus menemani mu berusaha
usaha mu tentu bukan tanpa doa, teman.
dan saya pun berdoa untukmu
di setiap perjumpaan saya dan Tuhan
hampir tak lupa saya selipkan nama mu menutup doa ku.
malam ini, Tuhan telah memeluk doa ku.
atau mungkin doa mu?
ah, itu adalah doa kita.
doa untuk kebaikan mu di sana.
dan saya hanya perlu menunggu doa-doa saya yang lain dipeluk olehNya
sampai terlihat beberapa bintang berpijar terang.
awan tebal yang biasa pun tak terlihat malam ini
telah berubah bentuk menjadi gerimis sepanjang hari ini mungkin..
langit bersih dan penuh doa
doa ku, doa mu, doa nya, doa mereka
atau mungkin doa seluruh manusia bumi
berserakan selayaknya bintang
Tuhan malam ini kembali melihat doa-doa itu
kemudian memilih satu dari sekian banyak doa yang dipanjatkan untukNya
hey, itu doa mu, teman..
ah, atau mungkin doa ku?
rancu dan tak jelas
tapi Tuhan telah memeluk doa itu.
ternyata itu doa kita.
doa ku yang melebur di dalam doa mu.
apakah ada yang lebih indah dari seorang yang masih setia mendoakanmu di setiap perjumpaannya dengan Tuhannya.
saya rasa tak ada yang lebih baik dari doa yang tulus menemani mu berusaha
usaha mu tentu bukan tanpa doa, teman.
dan saya pun berdoa untukmu
di setiap perjumpaan saya dan Tuhan
hampir tak lupa saya selipkan nama mu menutup doa ku.
malam ini, Tuhan telah memeluk doa ku.
atau mungkin doa mu?
ah, itu adalah doa kita.
doa untuk kebaikan mu di sana.
dan saya hanya perlu menunggu doa-doa saya yang lain dipeluk olehNya
Minggu, 10 Oktober 2010
doa yang sama
di atas sajadah yang sama dalam kamar berukuran 4x3 meter.
dua belah telapak tangan terangkat setelah sujud yang panjang.
mulut sibuk melafalkan doa-doa yang selalu sama setiap malamnya.
hampir selalu doa yang sama. isi. dan untuk siapa.
tentang kebahagiaan beberapa umat manusia.
untuk orang-orang terdekat yang dikasihinya.
lalu mengamini doa panjang nya yang selalu sama.
tidak bosan dan tidak lepas ia meminta kepada Tuhannya.
Tuhan yang sama yang diyakininya selama 22 tahun.
percaya. ikhlas. berserah
mengamini doa panjangnya yang hampir selalu sama.
dua belah telapak tangan terangkat setelah sujud yang panjang.
mulut sibuk melafalkan doa-doa yang selalu sama setiap malamnya.
hampir selalu doa yang sama. isi. dan untuk siapa.
tentang kebahagiaan beberapa umat manusia.
untuk orang-orang terdekat yang dikasihinya.
lalu mengamini doa panjang nya yang selalu sama.
tidak bosan dan tidak lepas ia meminta kepada Tuhannya.
Tuhan yang sama yang diyakininya selama 22 tahun.
percaya. ikhlas. berserah
mengamini doa panjangnya yang hampir selalu sama.
Rabu, 06 Oktober 2010
senja dan hujan yang sempurna
senja itu datang..
sepenggal saja..
bukan dengan warna yang keemasan seperti biasa.
lebih keruh.
dengan tetap semburat orange di barat.
saya diam, melamun..
empat tahun dua bulan yang lalu.
sebuah tempat yang ingin saya kenakan kata 'pulang' bukan 'pergi' padanya.
tempat yang menakjubkan dan membuat saya jatuh cinta.
terikat dan tidak bisa lepas.
31 januari 2009
bahkan saya masih mengingat jelas tanggalnya.
di sebuah tempat lain yang saya kenakan kata 'kembali'
dan saya masih ingat semuanya bahkan detail terkecil
ya, seharusnya tak ada tanggal itu.
hampir dua tahun yang lalu.
dari tiada menjadi ada dan kembali tiada.
suatu siklus kehidupan. berputar dan terbiasa.
saya yakin bahwa hanya kenangan yang tega memenjara sedemikian rupa.
memelihara dan memanjakan.
hujan turun membasahi jendela.
butirannya halus, menyentuh kaca dengan lembut.
indah.
hujan yang sempurna.
saya pernah mengalami ini bersama kamu.
memaksa otak kembali membuka folder yang bertumpukan.
tidak ketemu.
ah, entah lah.
ya, mungkin saya memang pernah mengalami ini bersama kamu.
tubuh saya menegang.
ada sesuatu yang hendak meledak di dada.
mencoba sekuat-kuatnya untuk tidak meledak saat ini.
kemudian bahu berguncang pelan dan teratur.
menemukan butir air mata yang kemudian membentuk kanal kecil di pipi.
memalingkan wajah dan terpejam.
saya. kamu. tidak ketemu.
sepenggal saja..
bukan dengan warna yang keemasan seperti biasa.
lebih keruh.
dengan tetap semburat orange di barat.
saya diam, melamun..
empat tahun dua bulan yang lalu.
sebuah tempat yang ingin saya kenakan kata 'pulang' bukan 'pergi' padanya.
tempat yang menakjubkan dan membuat saya jatuh cinta.
terikat dan tidak bisa lepas.
31 januari 2009
bahkan saya masih mengingat jelas tanggalnya.
di sebuah tempat lain yang saya kenakan kata 'kembali'
dan saya masih ingat semuanya bahkan detail terkecil
ya, seharusnya tak ada tanggal itu.
hampir dua tahun yang lalu.
dari tiada menjadi ada dan kembali tiada.
suatu siklus kehidupan. berputar dan terbiasa.
saya yakin bahwa hanya kenangan yang tega memenjara sedemikian rupa.
memelihara dan memanjakan.
hujan turun membasahi jendela.
butirannya halus, menyentuh kaca dengan lembut.
indah.
hujan yang sempurna.
saya pernah mengalami ini bersama kamu.
memaksa otak kembali membuka folder yang bertumpukan.
tidak ketemu.
ah, entah lah.
ya, mungkin saya memang pernah mengalami ini bersama kamu.
tubuh saya menegang.
ada sesuatu yang hendak meledak di dada.
mencoba sekuat-kuatnya untuk tidak meledak saat ini.
kemudian bahu berguncang pelan dan teratur.
menemukan butir air mata yang kemudian membentuk kanal kecil di pipi.
memalingkan wajah dan terpejam.
saya. kamu. tidak ketemu.
one last cry
My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands, standing close to someone else
Now I sit all alone wishing all my feeling was gone
I gave my best to you, nothing for me to do
But have one last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I guess I’m down to my last cry
Cry......
I was here, you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone, wishing all my feeling was gone
Gotta get over you, nothing for me to do
But have one last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on and on
And on.....
I’m gonna dry my eyes
Right after I had my
One last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind for the very last time
Been living a lie
I guess I’m down
I guess I’m down
I guess I’m down...
To my last cry...
Are mending on the shelf
I saw you holding hands, standing close to someone else
Now I sit all alone wishing all my feeling was gone
I gave my best to you, nothing for me to do
But have one last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I guess I’m down to my last cry
Cry......
I was here, you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone, wishing all my feeling was gone
Gotta get over you, nothing for me to do
But have one last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on and on
And on.....
I’m gonna dry my eyes
Right after I had my
One last cry
Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind for the very last time
Been living a lie
I guess I’m down
I guess I’m down
I guess I’m down...
To my last cry...
Senin, 20 September 2010
bahagia
kamu pernah sakit hati?
saya pernah.
sangat sakit hati!
entah darimana saya bercerita tentang ini semua..
minggu yang sangat berat untukku. teramat sangat berat.
pernah kamu berpikir untuk mati ketika menghadapi semua masalah di hidupmu?
saya pernah. beberapa hari yang lalu.
bodoh memang. tapi itu yang terjadi padaku.
yang membuatku menangis entah untuk keberapa kalinya.
yang membuatku sedikit membenci diriku untuk pertama kalinya.
karena kelemahanku.
karena kecengenganku.
astaghfirullah. istighfar dengan pikiran gila di malam itu.
menyadari bahwa mati tidak menyelesaikan masalah.
aku sangat labil beberapa waktu belakangan ini.
teramat sangat.
sakit hati yang terlalu dan menyandang gelar pengangguran benar-benar menyiksa.
dengan caranya yang kejam, selalu berhasil menghancurkanku.
saya mungkin terlalu baik.
seberapapun dia menyakiti saya, saya tidak benci padanya.
tetap berpikir bahwa kami bisa berteman baik suatu saat nanti.
saya sangat sakit hati lagi beberapa hari yang lalu.
masih dengan masalah yang sama. yang itu-itu saja..
saya hanya benci karena dia tidak pernah menjaga perasaan saya yang selalu berusaha keras menjaga perasaannya.
saya hanya benci dengan kebohongan-kebohongan yang selama ini.
saya merasa ditipu. dibodohi.
saya sangat sadar bahwa waktu tidak bisa diputar kembali.
ntah bagaimana waktu dapat menyembuhkan sakitku.
atau bahkan waktu hanya bisa membuatku merasa terbiasa dengan rasa sakit itu.
tapi saya tidak akan mengemis apapun darinya.
tidak lagi.
saya sadar bahwa saya harus terus melangkah. saya kuat.
banyak hal yang saya ingin sampaikan padanya. tapi saya pikir tidak perlu lagi.
setidaknya tidak saat saya masih dengan luka ini.
dia menorehkannya terlalu dalam.
dia mengingkinkan menjadi temanku.
saya pun begitu, suatu saat nanti..
andai saja dia menyadari, bahwa usahanya selama ini terlalu keras untuk menajdi teman.
saya dapat menjadi teman untuk siapapun, tanpa usaha yang keras dari seseorang.
salah paham, salah sangka, salah mengerti, atau apapun namanya.
yang berujung hanya satu. sakit hati.
ketika luka ini sudah hampir sembuh, kemudian mengangga lebar lagi, bahkan lebih lebar dari sebelumnya.
oleh suatu hal yang saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan sebabnya.
ini gila. ketika saya sendiripun ternyata tidak menginginkannya,
tapi saya tidak mau melepasnya.
sangat gila ketika saya tahu bahwa mendengar apapun tentang dia membuatku semakin terluka dan sakit hati,
tapi kabar darinya mampu menenangkanku.
tapi saya tidak akan meminta apapun darinya.
tidak lagi.
ah, saya memang bodoh.
bahkan dengan semua sakit yang saya rasa, saya masih mengharapkan dia bahagia.
mengejar apa yang dia cita-citakan, yang dia harapkan.
walau saya sangat sadar dia pun tidak memikirkan kebahagiaan ku. sedikitpun tidak.
saya mungkin sudah lupa cara untuk tertawa lepas.
untuk bahagia.
tapi saya menyadari sepenuhnya bahwa saya pun berhak bahagia.
saya benci mempercayakan kebahagiaan saya pada seseorang.
saya benci merasa terluka seperti ini sendirian,
sementara saya tau bahwa dia bisa tertawa di sana.
mempunyai seorang lain untuk berbagi kebahagiaan yang dia punya.
tidak kah dia bisa membuatku merasa bahwa kita sama-sama mencoba.
sama-sama berusaha untuk menyembuhkan luka kita masing-masing.
lalu kemudian mengejar kebahagiaan kita selanjutnya.
demi waktu yang tidak pernah bisa kemabali,
bahwa saya memohon untuk kebahagiaan saya.
suatu saat nanti.
saya pernah.
sangat sakit hati!
entah darimana saya bercerita tentang ini semua..
minggu yang sangat berat untukku. teramat sangat berat.
pernah kamu berpikir untuk mati ketika menghadapi semua masalah di hidupmu?
saya pernah. beberapa hari yang lalu.
bodoh memang. tapi itu yang terjadi padaku.
yang membuatku menangis entah untuk keberapa kalinya.
yang membuatku sedikit membenci diriku untuk pertama kalinya.
karena kelemahanku.
karena kecengenganku.
astaghfirullah. istighfar dengan pikiran gila di malam itu.
menyadari bahwa mati tidak menyelesaikan masalah.
aku sangat labil beberapa waktu belakangan ini.
teramat sangat.
sakit hati yang terlalu dan menyandang gelar pengangguran benar-benar menyiksa.
dengan caranya yang kejam, selalu berhasil menghancurkanku.
saya mungkin terlalu baik.
seberapapun dia menyakiti saya, saya tidak benci padanya.
tetap berpikir bahwa kami bisa berteman baik suatu saat nanti.
saya sangat sakit hati lagi beberapa hari yang lalu.
masih dengan masalah yang sama. yang itu-itu saja..
saya hanya benci karena dia tidak pernah menjaga perasaan saya yang selalu berusaha keras menjaga perasaannya.
saya hanya benci dengan kebohongan-kebohongan yang selama ini.
saya merasa ditipu. dibodohi.
saya sangat sadar bahwa waktu tidak bisa diputar kembali.
ntah bagaimana waktu dapat menyembuhkan sakitku.
atau bahkan waktu hanya bisa membuatku merasa terbiasa dengan rasa sakit itu.
tapi saya tidak akan mengemis apapun darinya.
tidak lagi.
saya sadar bahwa saya harus terus melangkah. saya kuat.
banyak hal yang saya ingin sampaikan padanya. tapi saya pikir tidak perlu lagi.
setidaknya tidak saat saya masih dengan luka ini.
dia menorehkannya terlalu dalam.
dia mengingkinkan menjadi temanku.
saya pun begitu, suatu saat nanti..
andai saja dia menyadari, bahwa usahanya selama ini terlalu keras untuk menajdi teman.
saya dapat menjadi teman untuk siapapun, tanpa usaha yang keras dari seseorang.
salah paham, salah sangka, salah mengerti, atau apapun namanya.
yang berujung hanya satu. sakit hati.
ketika luka ini sudah hampir sembuh, kemudian mengangga lebar lagi, bahkan lebih lebar dari sebelumnya.
oleh suatu hal yang saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan sebabnya.
ini gila. ketika saya sendiripun ternyata tidak menginginkannya,
tapi saya tidak mau melepasnya.
sangat gila ketika saya tahu bahwa mendengar apapun tentang dia membuatku semakin terluka dan sakit hati,
tapi kabar darinya mampu menenangkanku.
tapi saya tidak akan meminta apapun darinya.
tidak lagi.
ah, saya memang bodoh.
bahkan dengan semua sakit yang saya rasa, saya masih mengharapkan dia bahagia.
mengejar apa yang dia cita-citakan, yang dia harapkan.
walau saya sangat sadar dia pun tidak memikirkan kebahagiaan ku. sedikitpun tidak.
saya mungkin sudah lupa cara untuk tertawa lepas.
untuk bahagia.
tapi saya menyadari sepenuhnya bahwa saya pun berhak bahagia.
saya benci mempercayakan kebahagiaan saya pada seseorang.
saya benci merasa terluka seperti ini sendirian,
sementara saya tau bahwa dia bisa tertawa di sana.
mempunyai seorang lain untuk berbagi kebahagiaan yang dia punya.
tidak kah dia bisa membuatku merasa bahwa kita sama-sama mencoba.
sama-sama berusaha untuk menyembuhkan luka kita masing-masing.
lalu kemudian mengejar kebahagiaan kita selanjutnya.
demi waktu yang tidak pernah bisa kemabali,
bahwa saya memohon untuk kebahagiaan saya.
suatu saat nanti.
Langganan:
Komentar (Atom)