Minggu, 10 Oktober 2010

doa yang sama

di atas sajadah yang sama dalam kamar berukuran 4x3 meter.
dua belah telapak tangan terangkat setelah sujud yang panjang.
mulut sibuk melafalkan doa-doa yang selalu sama setiap malamnya.
hampir selalu doa yang sama. isi. dan untuk siapa.
tentang kebahagiaan beberapa umat manusia.
untuk orang-orang terdekat yang dikasihinya.
lalu mengamini doa panjang nya yang selalu sama.
tidak bosan dan tidak lepas ia meminta kepada Tuhannya.
Tuhan yang sama yang diyakininya selama 22 tahun.
percaya. ikhlas. berserah
mengamini doa panjangnya yang hampir selalu sama.

Rabu, 06 Oktober 2010

senja dan hujan yang sempurna

senja itu datang..
sepenggal saja..
bukan dengan warna yang keemasan seperti biasa.
lebih keruh.
dengan tetap semburat orange di barat.
saya diam, melamun..

empat tahun dua bulan yang lalu.
sebuah tempat yang ingin saya kenakan kata 'pulang' bukan 'pergi' padanya.
tempat yang menakjubkan dan membuat saya jatuh cinta.
terikat dan tidak bisa lepas.

31 januari 2009
bahkan saya masih mengingat jelas tanggalnya.
di sebuah tempat lain yang saya kenakan kata 'kembali'
dan saya masih ingat semuanya bahkan detail terkecil
ya, seharusnya tak ada tanggal itu.

hampir dua tahun yang lalu.
dari tiada menjadi ada dan kembali tiada.
suatu siklus kehidupan. berputar dan terbiasa.

saya yakin bahwa hanya kenangan yang tega memenjara sedemikian rupa.
memelihara dan memanjakan.

hujan turun membasahi jendela.
butirannya halus, menyentuh kaca dengan lembut.
indah.
hujan yang sempurna.
saya pernah mengalami ini bersama kamu.
memaksa otak kembali membuka folder yang bertumpukan.
tidak ketemu.
ah, entah lah.
ya, mungkin saya memang pernah mengalami ini bersama kamu.

tubuh saya menegang.
ada sesuatu yang hendak meledak di dada.
mencoba sekuat-kuatnya untuk tidak meledak saat ini.
kemudian bahu berguncang pelan dan teratur.
menemukan butir air mata yang kemudian membentuk kanal kecil di pipi.
memalingkan wajah dan terpejam.
saya. kamu. tidak ketemu.

one last cry

My shattered dreams and broken heart
Are mending on the shelf
I saw you holding hands, standing close to someone else
Now I sit all alone wishing all my feeling was gone
I gave my best to you, nothing for me to do
But have one last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I guess I’m down to my last cry

Cry......

I was here, you were there
Guess we never could agree
While the sun shines on you
I need some love to rain on me
Still I sit all alone, wishing all my feeling was gone
Gotta get over you, nothing for me to do
But have one last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind this time
Stop living a lie
I know I gotta be strong
Cause round me life goes on and on and on
And on.....

I’m gonna dry my eyes
Right after I had my
One last cry

Chorus:
One last cry, before I leave it all behind
I’ve gotta put you outta my mind for the very last time
Been living a lie
I guess I’m down
I guess I’m down
I guess I’m down...
To my last cry...

Senin, 20 September 2010

bahagia

kamu pernah sakit hati?
saya pernah.
sangat sakit hati!

entah darimana saya bercerita tentang ini semua..
minggu yang sangat berat untukku. teramat sangat berat.
pernah kamu berpikir untuk mati ketika menghadapi semua masalah di hidupmu?
saya pernah. beberapa hari yang lalu.
bodoh memang. tapi itu yang terjadi padaku.
yang membuatku menangis entah untuk keberapa kalinya.
yang membuatku sedikit membenci diriku untuk pertama kalinya.
karena kelemahanku.
karena kecengenganku.
astaghfirullah. istighfar dengan pikiran gila di malam itu.
menyadari bahwa mati tidak menyelesaikan masalah.

aku sangat labil beberapa waktu belakangan ini.
teramat sangat.
sakit hati yang terlalu dan menyandang gelar pengangguran benar-benar menyiksa.
dengan caranya yang kejam, selalu berhasil menghancurkanku.

saya mungkin terlalu baik.
seberapapun dia menyakiti saya, saya tidak benci padanya.
tetap berpikir bahwa kami bisa berteman baik suatu saat nanti.
saya sangat sakit hati lagi beberapa hari yang lalu.
masih dengan masalah yang sama. yang itu-itu saja..
saya hanya benci karena dia tidak pernah menjaga perasaan saya yang selalu berusaha keras menjaga perasaannya.
saya hanya benci dengan kebohongan-kebohongan yang selama ini.
saya merasa ditipu. dibodohi.
saya sangat sadar bahwa waktu tidak bisa diputar kembali.
ntah bagaimana waktu dapat menyembuhkan sakitku.
atau bahkan waktu hanya bisa membuatku merasa terbiasa dengan rasa sakit itu.
tapi saya tidak akan mengemis apapun darinya.
tidak lagi.
saya sadar bahwa saya harus terus melangkah. saya kuat.
banyak hal yang saya ingin sampaikan padanya. tapi saya pikir tidak perlu lagi.
setidaknya tidak saat saya masih dengan luka ini.
dia menorehkannya terlalu dalam.

dia mengingkinkan menjadi temanku.
saya pun begitu, suatu saat nanti..
andai saja dia menyadari, bahwa usahanya selama ini terlalu keras untuk menajdi teman.
saya dapat menjadi teman untuk siapapun, tanpa usaha yang keras dari seseorang.
salah paham, salah sangka, salah mengerti, atau apapun namanya.
yang berujung hanya satu. sakit hati.
ketika luka ini sudah hampir sembuh, kemudian mengangga lebar lagi, bahkan lebih lebar dari sebelumnya.
oleh suatu hal yang saya sendiri pun tidak bisa menjelaskan sebabnya.

ini gila. ketika saya sendiripun ternyata tidak menginginkannya,
tapi saya tidak mau melepasnya.
sangat gila ketika saya tahu bahwa mendengar apapun tentang dia membuatku semakin terluka dan sakit hati,
tapi kabar darinya mampu menenangkanku.
tapi saya tidak akan meminta apapun darinya.
tidak lagi.

ah, saya memang bodoh.
bahkan dengan semua sakit yang saya rasa, saya masih mengharapkan dia bahagia.
mengejar apa yang dia cita-citakan, yang dia harapkan.
walau saya sangat sadar dia pun tidak memikirkan kebahagiaan ku. sedikitpun tidak.

saya mungkin sudah lupa cara untuk tertawa lepas.
untuk bahagia.
tapi saya menyadari sepenuhnya bahwa saya pun berhak bahagia.
saya benci mempercayakan kebahagiaan saya pada seseorang.
saya benci merasa terluka seperti ini sendirian,
sementara saya tau bahwa dia bisa tertawa di sana.
mempunyai seorang lain untuk berbagi kebahagiaan yang dia punya.
tidak kah dia bisa membuatku merasa bahwa kita sama-sama mencoba.
sama-sama berusaha untuk menyembuhkan luka kita masing-masing.
lalu kemudian mengejar kebahagiaan kita selanjutnya.

demi waktu yang tidak pernah bisa kemabali,
bahwa saya memohon untuk kebahagiaan saya.
suatu saat nanti.

Kamis, 26 Agustus 2010

pause - play

aku menekan tombol pause sejenak..
winamp berhenti mengalunkan lagu yang sebenarnya tidak terlalu kencang..
sekedar untuk menuliskan postingan ini..
entah mengapa aku merasa butuh keheningan.
bahkan winamp pun tak ku izinkan mengganggu..

mengganngu waktu sakral ku dengan kota ini.
mengganggu tangis ku yang tiba-tiba pecah.
mula-mula terisak, berubah menjadi kencang dan berakhir dengan isakan pelan.
aku sudah terlalu bosan untuk menangisi batas waktuku.
mungkin juga seorang teman sudah muak mendengar keluhanku. maafkan..

aku terlalu lemah untuk tidak menangis kali ini..
sudah bosan pula rasanya otak ini menyuruh hati untuk kuat.
kuat dengan apa yang kamu pun sebenarnya tahu akan terjadi.
dua atau tiga hari lagi bukan waktu yang lama kan?
dan kita bisa lihat bagaimana itu terjadi..

kemudian menekan kembali tombol play, dan lagu kembali mengalun pelan..

Kamis, 22 Juli 2010

Rumah

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu hari tidak lagi 24 jam?
Agar aku bisa lebih lama lagi di sini..
Menikmati kota ini.

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu minggu tidak lagi 7 hari?
Agar aku bisa lebih lama lagi bersamamu..
Merekam kota ini.

Berlebihankah jika aku menemui Tuhan ku, untuk meminta satu bulan tidak lagi 4 minggu?
Agar aku bisa lebih lama lagi bersama mereka.
Meniti kembali kota ini.

Empat tahun aku rasa cukup untuk menyebut kota ini 'rumah'.
Dengan segala kenyamanannya..
Tempat di mana aku bisa 'pulang'.
Tempat di mana aku belajar banyak tentang hidup ini.
Belajar membuka mata, melihat sekitar.
Melatih panca indera ku untuk lebih peka.
Kemudian menyuruh hati untuk lebih merasa..

Aku pasti akan kangen sekali.
Dengan semuanya..
Semua yang tersimpan dengan sempurna di otak ku.
Kangen dengan siangnya, terlebih dengan malamnya..

Tapi aku sadar bahwa ada rencana Tuhan yang telah dipersiapkan untuk ku.
Rencana Tuhan yang memberiku kesempatan untuk mencari 'rumah-rumah' lainnya.

Ada hal yang aku tidak dapat menjelaskan tentang bagaimana perasaanku,
saat mengumpulkan barang-barang dan memasukkannya dalam satu kardus besar.
Kemudian melihat ruangan ku kosong.
Ada perasaan yang tidak dapat aku ceritakan ketika tertegun menatap kalender di dinding,
menunjukkan hari yang tersisa.
Ada pikiran yang hanya aku yang tahu tentang bagaimana aku berjuang menakhlukkan perasaanku,
untuk tidak terlalu banyak menangis dan mencoba menikmati hari-hari terakhirku.

Dan aku mengangkat tangan ku,
untuk berdoa agar aku punya kesempatan untuk memanggil kota ini 'rumah' lagi di kemudian hari.
agar aku selalu punya alasan untuk 'pulang'.

Sabtu, 22 Mei 2010

Apa yang kamu lakukan saat tidak lagi sesuai?
Saat waktu bersama tidak lagi menyenagkan..
Saat diam yang menjadi cerita..

Ntah apa yang salah.
mungkin bukan apa, tapi siapa..
Dan bisa saja bukan siapa..

Ada yang janggal.
Aku tahu pasti..
Sesuatu yang kamu tutupi, kamu sembunyikan.
Atau mungkin memang tidak ingin dibagi kepada ku..

Lelah dengan beda persepsi..
Iri dengan kondisi..
Atau entah apa lagi..

Dan tetap tidak terjawab..

Aku berusaha maju selangkah, ingin bersisian.
Tapi kamu mengambil dua langkah lebar, meninggalkan ku..
Aku memperlebar langkahku untuk menjangkaumu.
Dan kamu menghentikan langkah, agar tetap ada jarak..
Ntah apa yang kau jaga.

Tenang saja, teman..
Aku tidak akan mengambil kebahagiaan darimu.
Atau bahkan apapun..
Aku hanya ingin ikut menyesapnya sedikit.
Mencicipi rasanya bahagia seperti kamu.
Ternyata menyenangkan..

Kamu meneruskan perjalanan.
Aku pun begitu.
Kamu mengambil jalan berbelok ke kanan.
Aku harus ikut sekarang atau menyusul mu suatu saat nanti?



NB: posting ini ternyata ada di harddisk. ntah apa cerita dibalik ini, tapi aku hanya ingin mem-post-kannya..